KINERJA PUYUH FASE PRODUKSI DENGAN PAKAN MENGGUNAKAN ROTI AFKIR SEBAGAI PENGGANTI JAGUNG
Adi Nugroho, Ir. Wihkhdoyo, MS., Ph.D.; Dr. Ir. Ali Wibowo, M.Sc.
2004 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan roti lapis legit afkir (RLLA) sebagai sumber energi pakan terhadap kinerja puyuh betina pada fase produksi. Sebanyak 126 ekor puyuh betina umur 42 hari dibagi secara acak ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan dan setiap ulangan menggunakan 14 ekor puyuh. Perlakuan I (P-1) adalah RLLA 40% dan jagung 0%, perlakuan II (P-2) adalah RLLA 20% dan jagung 20% dan perlakuan III (P-3) adalah RLLA 0% dan jagung 40%. Data yang diambil meliputi: konsumsi pakan, produksi telur, berat telur dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis variansi rancangan acak lengkap pola searah dan uji beda mean menggunakan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan tidak nyata pada konsumsi pakan, produksi telur, berat telur, dan konversi pakan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa roti lapis legit afkir dapat digunakan sebagai sumber energi pakan pengganti jagung tanpa mempengaruhi kinerja puyuh betina fase produksi sampai dengan-level 40% di dalam ransum. Kata kunci : Roti lapis legit afkir (RLLA), Fase produksi, Jagung, Kinerja produksi
PERFORMANCE OF QUAIL ON PRODUKTIVE STAGES FED WITH REJECTED BREAD AS CORN SUBTITUTION Abstract This experiment was carried out to determine the effect of using rejected bread as source of dietary energy on the performance of laying quails.One hundred and twenty six of fourty two days old female quails were randomly devided into three treatment groups. Each treatment consisted of three replications and fourteen birds each. These treatments were P-1 with 40% reject layer bread and 0% yellow corn, P-2 with 20% reject layer bread and 20% yellow corn, and P-3 with 0% reject layer bread and 40% yellow corn. The results showed had no significant differences on feed intake, egg production, egg weight, and feed conversion. It was concluded that rejected bread could be used as a energy source to substitute corn until 40% in the diets. Key words.: Reject bread, Layer production, Corn, Production performance.
Kata Kunci : Roti lapis legit afkir (RLLA), Fase produksi, Jagung, Kinerja produksi