Penerapan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk mengkaji harga lahan di kecamatan Laweyan kotamadya Surakarta
Meyliana, Prof. Dr. Sutanto; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian dengan judul Penerapan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geofrafis untuk Mengkaji Harga Lahan di Kecamatan Laweyan Kotamadya Surakarta ini bertujuan untuk mengkaji : (1) Peranan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam analisis harga lahan, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan harga lahan secara keruangan, dan (3) Pola agihan harga lahan di Kecamatan Laweyan Kotamadya Surakarta. Foto udara, data sekunder, dan data primer digunakan dalam penelitian ini. Melalui interpretasi foto udara dan kerja lapangan diperoleh data penggunaan lahan dan parameter aksesibilitas lahan, sedangkan data kelengkapan utilitas umum diperoleh dari data sekunder. Data primer berupa harga lahan lapangan atau harga umum lahan diperoleh melalui wawancara secara langsung dan tidak langsung. Data tersebut kemudian diolah melalui metode pengharkatan dengan memanfaatkan SIG. Pada proses pengolahan data ini diperoleh dua macam data yaitu data grafis berupa unit pemetaan dan data atribut berupa bentuk penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, aksesibilitas lahan negatif, dan kelengkapan utilitas umum. Data grafis dan data atribut ini kemudian dikaitkan dan dalam proses selanjutnya disajikan dalam bentuk peta. Data atribut di atas bersama dengan data harga umum lahan kemudian dianalisis menggunakan analisis statistik, yaitu analisis varians one-way classification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Foto udara dan SIG sangat bermanfaat untuk kajian harga lahan. Harga lahan secara fisik dan sosial budaya dapat diketahui dari foto udara. Bahkan penerapan penginderaan jauh dan SIG secara bersama memungkinkan untuk mengkaji harga lahan secara ekonomis. (2) Harga lahan dipengaruhi oleh bentuk penggunaan lahan, aksesibilitas lahan positif, dan kelengkapan utilitas Harga lahan pada bentuk penggunaan lahan perdagangan dan jasa lebih tinggi daripada lahan kosong, pertanian, permukiman, dan industri, sementara harga pada bentuk penggunaan lahan permukiman dan industri lebih rendah daripada lahan kosong. Aksesibilitas lahan positif tinggi memiliki harga lahan lebih tinggi daripada aksesibilitas lahan positif sedang. Utilitas umum lengkap memiliki harga lahan lebih tinggi bila dibanding dengan utilitas umum tidak lengkap. (3) Harga lahan tersebar mengikuti struktur pengunaan lahan yang ada, dimana harga lahan tinggi berada pada penggunaan lahan perdagangan dan jasa yang menempati lahan dengan aksesibilitas tinggi. Harga lahan sedang dominan tersebar pada penggunaan lahan permukiman dan harga lahan rendah tersebar pada lahan pertanian dengan aksesibilitas rendah.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,Harga lahan,Laweyan,Surakarta,Jawa Tengah