Laporkan Masalah

KAJIAN PENGARUH BANGSA DAN UMUR SAPI TERHADAP PERFORMA REPRODUKSI SAPI POTONG DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Fatimah Fitri Handini, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D

2025 | Skripsi | KEDOKTERAN HEWAN

Di tengah meningkatnya kebutuhan daging sapi dalam negeri, usaha peningkatan populasi sapi potong perlu ditingkatkan salah satunya dengan pelaksanaan inseminasi buatan guna menghasilkan sapi persilangan yang unggul. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh bangsa dan umur sapi terhadap performa reproduksi sapi potong di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan parameter Service per Conception (S/C), Conception rate (CR) dan Pregnancy rate (PR). Penelitian dilakukan pada Agustus 2024 di peternakan sapi potong rakyat di Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 102 ekor sapi potong betina dengan 37 ekor sapi Peranakan Ongole (PO), 32 ekor sapi Simmental Peranakan Ongole (SimPO) dan 33 ekor sapi Limmousin Peranakan Ongole (LimPO). Metode penelitian dilakukan dengan survei dan wawancara pada peternak sapi dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan statistika deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, sapi PO memiliki nilai S/C dan PR paling baik dan sapi SimPO memiliki CR paling baik. Berdasarkan umur, sapi dengan rentang umur 8 tahun keatas memiliki nilai S/C dan PR paling baik dan sapi dengan rentang umur 2-4 tahun memiliki CR paling baik. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Daerah Istimewa Yogyakarta sapi PO cenderung memiliki performa reproduksi lebih baik dibanding sapi LimPO dan SimPO. Sapi dengan umur lebih dari 8 tahun cenderung memiliki performa reproduksi lebih baik dibandingkan sapi yang lebih muda.

Amidst the increasing domestic demand for beef, efforts to enhance the beef catlle population require intensification, one of which involves the implementation of artificial insemination (AI) to produce superior crossbred cattle. This research aims to determine the influence of breed and age of cattle on the reproductive performance of beef cattle in the Special Region of Yogyakarta based on the parameters of Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) and Pregnancy Rate (PR). The study was conducted in August 2024 at smallholder beef cattle farms in Sleman Regency, Bantul Regency and Kulon Progo Regency. The materials used in this research comprised 102 female beef cattle, consisting of 37 Ongole Crossbred (PO) cattle, 32 Simmental Ongole Crossbred (SimPO) and 33 Limousin Ongole Crossbred (LimPO) cattle. The research methodology involved surveys and interviews with cattle farmers, with sample collection using purposice sampling. The research findingd were subsequently analyzed using descriptive statistics. The results of the study indicated that PO cattle exhibited the most favorable S/C and PR values, while SimPO cattle showed the highest CR. Based on age of the cattle, those aged 8 years and above showed the most favorable S/C and PR, while cattle aged 2 to 4 years showed highest CR. From this research, it can be concluded that in the Special Region of Yogyakarta, PO cattle tend to have the best reproductive performance compared to LimPO and SimPO cattle. Cattle aged over 8 years tend to exhibit better reproductive performance compared to younger cattle.

Kata Kunci : Sapi Potong, Bangsa, Umur, Performa reproduksi

  1. S1-2025-430054-abstract.pdf  
  2. S1-2025-430054-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-430054-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-430054-title.pdf