ANALISIS ANTRIAN KENDARAAN PADA HARI KERJA DENGAN METODE SIMULASI (Studi Kasus di Persimpangan Condong Catur Yogyakarta)
Herman Wiseso, Ir. Nur Mayke Eka Normasari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRITelah dilakukan penelitian mengenai optimasi periode penyalaan traffic light di Persimpangan Condong Catur yang terletak di Provinsi DIY. Penelitian ini dilatarbelakangi perlunya metode pembanding yang lebih up to date dari metode yang telah dilakukan sekarang dalam penentuan periode penyalaan traffic light, yaitu MKJI (Muatan Kapasitas Jalan Indonesia) yang disusun tahun 1997. Selain itu penyusunan MKJI ini didasarkan pada kondisi kepadatan di kota besar misalnya Jakarta dimana kompisisi kendaraannya berbeda dengan Provinsi DIY. Pada tahun 2011, perbandingan jumlah pengguna mobil dengan sepeda motor di DKI Jakarta ialah 1:3, sedangkan di Provinsi DIY sendiri perbandingannya 1:11 (Badan Pusat Statistik, 2011). Oleh karena itu, simulasi antrian dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk menentukan periode penyalaan traffic light yang lebih universal, artinya dapat digunakan di berbagai persimpangan dengna komposisi kendaraan yang berbeda. Data yang berasal dari Dinas Perhubungan dan Ditlantas Polda DIY menunjukkan bahwa Persimpangan Condong Catur merupakan salah satu lokasi yang memiliki kepadatan tinggi di Provinsi DIY, terutama pada saat hari kerja. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah simulasi sistem antrian (queueing theory). Data yang menjadi input dalam simulasi ini ialah interarrival time dan service time. Setelah data diambil, lalu dieksekusi dalam sebuah model simulasi, yang kemudian dibangun dengan beberapa skenario. Berdasarkan simulasi tersebut akan diperoleh arrival rate (?) dan service rate (µ). Data output tersebut dianalisis kembali sehingga akan diperoleh prosentase service serta waktu tunggu kendaraan (Wq). Kedua parameter tersebut dijadikan sebagai dasar untuk menentukan periode pengaturan traffic light. Periode optimal diperoleh apabila tidak terdapat perbedaan yang signifikan untuk persentase service dari masing masing jalur persimpangan dan juga mempertimbangkan tingkat penurunan rata rata waktu tunggu kendaraan. Pada kondisi existing, diperoleh bahwa rata-rata waktu tunggu kendaraan di Persimpangan Condong Catur memiliki perbedaan yang signifikan, dengan kondisi dimana jalur persimpangan timur memiliki rata-rata waktu tunggu paling tinggi, yaitu sebesar 163,64 detik. Sedangkan persentase service dari jalur persimpangan timur juga cenderung rendah, yaitu 38%. Hal ini mengindikasikan bahwa periode penyalaan traffic light kurang optimal. Oleh karena itu, perlu dibangun beberapa skenario perbaikan dengan mengubah variabel durasi penyalaan lampu hijau dan merah agar tercapai penurunan waktu tunggu yang signifikan serta prosentase service yang merata dari masing-masing jalur persimpangan. Berdasarkan skenario rekomendasi, diperoleh periode penyalaan traffic light yang sebaiknya direkomendasikan kepada dinas terkait, yaitu untuk periode penyalaan lampu hijau dari jalur barat, selatan, timur, dan utara beruturut turut 28 detik, 28 detik, 41 detik, dan 17 detik. Berdasarkan pengaturan ini diperoleh total waktu siklus sebesar 114 detik, terjadi penurunan dari kondisi xxi xxii existing dimana total waktu siklusnya 169 detik. Selain itu, kontribusi penurunan rata-rata waktu tunggu kendaraan (Wq) dengan diterapkannya pengaturan tersebut untuk jalur persimpangan barat, selatan, timur, dan utara berturut-turut ialah 33,80 detik, 34,70 detik, 70,90 detik, dan 35,42 detik
Kata Kunci : antrian, arrival, periode, persimpangan, service, traffic light, persimpangan, persentase service