Laporkan Masalah

Peran Aset Terhadap Strategi Penghidupan Petani Penerima Kredit Tunda Tebang di Kelompok Tani Hutan Kecamatan Panggang dan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul

GEORGIANA KINAYA YOVINTA, Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Kredit Tunda Tebang (KTT) adalah skema pembiayaan bagi petani hutan dengan menjaminkan pohon siap tebang tanpa harus ditebang langsung. Penelitian ini secara khusus meneliti keterkaitan antara aset dan strategi penghidupan yang dipilih oleh petani penerima KTT. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aset dan strategi penghidupan petani penerima KTT serta menganalisis pengaruh aset terhadap strategi penghidupan, guna menilai kontribusi KTT dalam memperkuat kapasitas ekonomi petani secara berkelanjutan.

Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Panggang dan Purwosari dengan total populasi 187 debitur KTT. Melalui teknik proportionate stratified random sampling dan rumus Yamane, diperoleh 66 responden. Selanjutnya untuk menganalisis hubungan antar aset dan strategi penghidupan dianalisis menggunakan regresi logistik multinomial.

Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa hutan dan pohon berperan sebagai agunan hidup sekaligus sumber dana darurat, yang mendukung ketahanan ekonomi rumah tangga. Terdapat indikasi pergeseran strategi penghidupan dari pertanian ke non-pertanian, dipengaruhi oleh keterbatasan lahan, ketidakstabilan hasil pertanian, dan peluang ekonomi lain yang lebih menjanjikan. Oleh karena itu, perluasan akses ke lembaga keuangan, bantuan modal, serta penguatan kapasitas manusia dan sarana fisik menjadi kunci dalam mendukung diversifikasi dan keberlanjutan strategi penghidupan.

Collateral Tree Credit (KTT) is a financing scheme for forest farmers that provides collateral for ready-to-be-felled trees without requiring immediate felling. This study specifically examines the relationship between assets and livelihood strategies chosen by KTT recipient farmers. The study aims to identify the assets and livelihood strategies of KTT recipient farmers and analyze the influence of assets on livelihood strategies, in order to assess KTT's contribution to strengthening farmers' economic capacity sustainably. 

Data were collected through standardized questionnaires, field observations, and documentation studies. The study was conducted in Panggang and Purwosari Districts, with a total population of 187 KTT borrowers. Using proportionate stratified random sampling and the Yamane formula, 66 respondents were recruited. Multinomial logistic regression was used to analyze the relationship between assets and livelihood strategies. 

The results indicate that forests and trees serve as collateral for livelihoods and a source of emergency funds, supporting household economic resilience. There are indications of a shift in livelihood strategies from agriculture to non-agriculture, influenced by land limitations, unstable agricultural yields, and the availability of other, more promising economic opportunities. Therefore, expanding access to financial institutions, capital assistance, and strengthening human capacity and physical infrastructure are key to supporting the diversification and sustainability of livelihood strategies.

Kata Kunci : Kredit Tunda Tebang (KTT), Aset Penghidupan, Strategi Penghidupan, Perhutanan Sosial, Ketahanan Ekonomi Petani

  1. S1-2025-459104-abstract.pdf  
  2. S1-2025-459104-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-459104-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-459104-title.pdf