Laporkan Masalah

The Development of Indonesia's Military Posture: Context, Opportunities, and Challenges

Nara Arsonty Rya, Prof. Dr. Dafri Agussalim, M, A

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Tesis ini mengeksplorasi bagaimana Indonesia telah membentuk ulang postur militernya antara tahun 2019 hingga 2025 sebagai respons terhadap dinamika lingkungan Indo-Pasifik yang terus berubah. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan kebijakan luar negeri “bebas aktif” yang telah lama dianut, Indonesia kini menghadapi tekanan strategis yang semakin meningkat, khususnya di wilayah maritim yang diperebutkan seperti Laut Tiongkok Selatan. Penelitian ini membahas permasalahan utama mengenai bagaimana Indonesia dapat memperkuat pertahanannya sekaligus menyeimbangkan tuntutan eksternal dengan keterbatasan internal seperti kendala anggaran dan ketergantungan pada teknologi luar negeri. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan logika di balik agenda modernisasi Indonesia serta peluang dan risiko yang ditimbulkannya. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memanfaatkan dokumen kebijakan, data pertahanan, dan analisis akademik, tesis ini mengkaji tantangan struktural sekaligus perkembangan nyata di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi Indonesia terutama bersifat defensive - membangun daya tangkal yang kredibel, bukan mencari dominasi. Namun, langkah-langkah tersebut juga memunculkan dilema keamanan klasik, ketika negara-negara tetangga mengamati pembangunan militer Jakarta dengan kewaspadaan. Melalui pendalaman kemitraan dengan negara-negara seperti Prancis, Turki, dan Amerika Serikat, serta dengan berinvestasi pada industri pertahanan dalam negeri, Indonesia sedang membentuk jalur seimbang antara otonomi dan kerja sama.

This thesis explores how Indonesia has been reshaping its military posture between 2019 and 2025 in response to a shifting Indo?Pacific environment. As the world’s largest archipelagic state with a long?held “free and active” foreign policy, Indonesia now faces growing strategic pressures, particularly in contested maritime areas like the South China Sea. The study addresses the central problem of how Indonesia can strengthen its defense while balancing external demands with internal limits such as budget constraints and reliance on foreign technology. Moreover, the research aims to explain the logic behind Indonesia’s modernization agenda and the opportunities and risks it creates. Using a qualitative method that draws on policy documents, defense data, and scholarly analyses, the thesis examines both structural challenges and on?the?ground progress. As a result, the findings show that Indonesia’s modernization is primarily a defensive effort - building credible deterrence, not seeking dominance. Yet these steps also trigger the classic security dilemma, as neighbors watch Jakarta’s build?up with caution. By deepening partnerships with countries like France, Turkey, and the United States, and by investing in its own defense industry, Indonesia is shaping a balanced path between autonomy and cooperation.

Kata Kunci : Indonesia, military posture, Indo Pacific, deterrence, security dilemma, middle power, modernization, strategic autonomy.

  1. S1-2025-478292-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478292-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478292-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478292-title.pdf