Laporkan Masalah

Assessing Timor-Leste’s Strategy to Become a Full Member of the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)

Luizinha Faria Faculto de Jesus, Prof. Dr. Dafri Agussalim, M, A

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional


Tesis ini mengeksplorasi bagaimana Timor-Leste menavigasi jalannya menuju keanggotaan penuh dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), sebuah tujuan yang berakar pada aspirasi kebijakan luar negerinya serta identitas regional yang lebih luas. Meskipun Timor-Leste diberikan status pengamat pada tahun 2022, aksesi penuhnya masih belum pasti karena kekhawatiran dari beberapa negara anggota ASEAN mengenai kesiapan negara tersebut – terutama dalam hal kapasitas tata kelola, ketahanan ekonomi, dan keselarasan institusional. Penelitian ini mengajukan pertanyaan utama: apakah strategi yang saat ini dilakukan oleh Timor-Leste secara efektif mengatasi tantangan tersebut, dan cukup meyakinkan agar ASEAN menerima Timor-Leste sebagai anggota resmi? Melalui metode kualitatif, seperti wawancara mendalam dengan pejabat dari pemerintah Timor-Leste dan Sekretariat ASEAN, serta analisis dokumen resmi, studi ini menilai upaya diplomatik Timor-Leste, reformasi internal, dan keterlibatannya dengan norma-norma ASEAN. Temuan menunjukkan bahwa meskipun negara ini menunjukkan kemauan politik yang kuat dan keselarasan dengan prinsip-prinsip ASEAN, masih terdapat kesenjangan praktis dalam kapasitas dan perencanaan pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu, tesis ini berkontribusi pada diskusi yang sedang berlangsung mengenai diplomasi dan ekonomi negara kecil serta integrasi regional, dengan berargumen bahwa perjalanan Timor-Leste bukan hanya soal memenuhi persyaratan teknis, tetapi juga soal membentuk ulang persepsi. Sebagai kesimpulan, Timor-Leste akan bergantung tidak hanya pada kesiapan teknis, tetapi juga pada kemampuannya untuk menampilkan diri sebagai mitra yang berarti dan berkontribusi di kawasan.

This thesis explores how Timor-Leste is navigating its path toward full membership in the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), a goal rooted in both its foreign policy aspirations and its broader regional identity. Although Timor-Leste was granted observer status in 2022, its full accession remains uncertain due to concerns from some ASEAN members over its readiness - particularly in areas like governance capacity, economic resilience, and institutional alignment. This research poses a central question: are Timor-Leste’s current strategies effectively addressing these struggles, and are they convincing enough for ASEAN to allow Timor-Leste to become an official member? Through qualitative methods, such as in-depth interviews with officials from both the Timorese government and ASEAN Secretariat, as well as the analysis of official documents, this study assesses Timor-Leste’s diplomatic efforts, internal reforms, and engagement with ASEAN norms. The findings show that while the country exhibits strong political will and alignment with ASEAN’s principles, it still faces practical gaps in capacity and long-term development planning. Therefore, this thesis contributes to ongoing discussions on small-state diplomacy and economy along with regional integration, arguing that Timor-Leste’s journey is not just about meeting requirements, but also about reshaping perceptions. In conclusion, Timor-Leste will hinge not only on technical readiness, but on its ability to present itself as a meaningful, contributing partner in the region.

Kata Kunci : Timor-Leste, ASEAN, diplomacy, economy, regional integration.

  1. S1-2025-483285-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483285-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483285-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483285-title.pdf