Pengaruh Status Merokok Orang Tua terhadap Hasil Kelahiran Anak
Afifah Nafi Purmadani, Catur Sugiyanto, Prof., Dr., MA.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi merokok tertinggi di dunia, dan dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif tetapi juga oleh individu di sekitarnya, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil. Paparan asap rokok selama masa kehamilan berpotensi memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada bayi, terutama pada periode neonatal yang merupakan fase paling rentan dalam kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku merokok orang tua dan hasil kesehatan kelahiran anak, yang diukur melalui berat badan lahir, berat badan lahir rendah (BBLR), usia kehamilan, dan kelahiran prematur. Analisis dilakukan menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima pada sampel anak berusia 0–59 bulan, dengan estimasi Ordinary Least Squares (OLS) dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan lahir terjadi pada anak dari keluarga dengan ayah perokok ringan maupun kedua orang tua perokok ringan, dengan pola serupa di wilayah perkotaan pada ayah perokok ringan. Peningkatan risiko BBLR ditemukan di perdesaan pada keluarga dengan ayah perokok berat. Usia kehamilan yang lebih pendek teridentifikasi pada anak dengan ayah perokok ringan dan kedua orang tua perokok ringan, termasuk di perkotaan. Risiko kelahiran prematur meningkat pada rumah tangga dengan kedua orang tua perokok, ayah perokok ringan, dan kedua orang tua perokok ringan, sedangkan di perdesaan juga terjadi pada ibu perokok sedang dan di perkotaan pada orang tua perokok sedang. Interaksi antara pendapatan rumah tangga dan perilaku merokok menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan dalam beberapa kasus dapat sedikit memperbaiki hasil kelahiran, tetapi pada kondisi lain tidak memberikan pengaruh berarti atau bahkan berdampak negatif.
Indonesia is one of the countries with the highest smoking prevalence in the world, and its impact is felt not only by active smokers but also by individuals around them, including vulnerable groups such as pregnant women. Exposure to cigarette smoke during pregnancy has the potential to affect fetal growth and increase the risk of health problems in infants, particularly during the neonatal period, which is the most vulnerable stage in a child’s life. This study aims to analyze the relationship between parental smoking behavior and child birth health outcomes, measured by birth weight, low birth weight (LBW), gestational age, and preterm birth. The analysis uses data from the fifth wave of the Indonesian Family Life Survey (IFLS) with a sample of children aged 0–59 months, employing Ordinary Least Squares (OLS) estimation and logistic regression. The results show that a decrease in birth weight occurs among children from families with fathers who are light smokers and with both parents as light smokers, with a similar pattern in urban areas for fathers who are light smokers. An increased risk of LBW is found in rural areas among families with fathers who are heavy smokers. Shorter gestational age is identified among children with fathers who are light smokers and with both parents as light smokers, including those in urban areas. The risk of preterm birth increases in households with both parents smoking, fathers who are light smokers, and both parents as light smokers, while in rural areas it is also found among mothers who are moderate smokers and in urban areas among parents who are moderate smokers. The interaction between household income and parental smoking behavior shows that in some cases higher income can slightly improve birth outcomes, but in other situations it has no significant effect or may even have a negative impact.
Kata Kunci : Kata Kunci : merokok, hasil kelahiran, berat badan lahir, BBLR, usia kehamilan, prematur, pendapatan, IFLS ; Keywords : smoking, birth outcomes, birth weight, LBW, gestational age, preterm birth, income, IFLS