Laporkan Masalah

Rasionalitas, Parameter Farmakokinetik-Farmakodinamik, Adverse Drug Reactions (ADRs) dan Luaran Klinis Antibiotik Aminoglikosida pada Pasien Anak di RSUP DR. Sardjito Yogyakarta

Wahyu Utaminingrum, Prof. Apt. Ika Puspitasari, M.Si., Ph.D.; Prof. Dr. Rer. Nat., Apt. RR. Endang Lukitaningsih, M.Si.; Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp. A. Subsp IPT. (K).

2025 | Disertasi | S3 Ilmu Farmasi

Penggunaan antibiotik yang bijak dan rasional masih rendah yang meningkatkan resiko terjadinya resistensi antibiotik. Beberapa penelitian di Indonesia menampilkan bahwa masih terdapat peresepan antibiotik yang tidak rasional. Aminoglikosida adalah antibiotik dengan spektrum luas dan memiliki aktivitas concentration-dependent bactericidal yang akan memberikan efek maksimal pada konsentrasi maksimal dalam serum. Parameter farmakokinetik-farmakodinamik yang digunakan untuk melihat efektivitas antibiotik yaitu rasio konsentrasi maksimum (Cmax) terhadap Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Rasio Cmax/MIC harus mencapai target 8-10. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antibiotik aminoglikosida, menganalisis rasionalitas terapi, ADRs dan parameter farmakokinetik-farmakodinamik antibiotik aminoglikosida serta menganalisis hubungan antara rasionalitas, kejadian ADRs dan parameter farmakokinetik-farmakodinamik antibiotik aminoglikosida terhadap luaran klinisnya. 

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional retrospektif. Sampel penelitian ini adalah pasien anak yang menderita sepsis neonatorum, sepsis dan pneumonia serta mendapatkan terapi amikasin dan atau gentamisin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta pada periode Januari-Desember tahun 2020. Sebanyak 167 pasien yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pada penelitian ini, hasil data kualitatif dari demografi pasien, profil penggunaan dan rasionalitas terapi antibiotik yang telah didapatkan akan ditampilkan secara deskriptif dengan menggunakan tabulasi frekuensi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan Chi-square Test atau Fisher exact Test untuk menganalisis hubungan antara rasionalitas terapi, kejadian ADRs, parameter farmakokinetik-farmakodinamik antibiotik dengan luaran klinis pasien.

Berdasarkan alur Gyssens, dari 236 jenis terapi antibiotik aminoglikosida yang diberikan pada pasien anak di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, terdapat total 239 kategori Gyssens yang terdiri dari 161 terapi rasional (kategori 0) dan 78 tidak rasional meliputi 50 kategori IIA, 10 kategori IIB, 5 kategori IIIB, 12 kategori IVA, 1 kategori IVB. Parameter farmakokinetik-farmakodinamik (PK-PD) dapat dilihat dari estimasi kadar antibiotik dengan rasio Cmax/MIC antara 8-10. Diperoleh data 15 terapi in range dan 221 terapi out range. Kejadian ADRs pada penggunaan antibiotik aminoglikosida yang dapat teramati adalah peningkatan kadar serum kreatinin. Ditemukan 3 pasien dengan peningkatan kadar serum kreatinin setelah pemberian antibiotik aminoglikosida. Tidak terdapat hubungan antara rasionalitas terapi dengan luaran klinis pasien (p-value 0,459), tidak ada hubungan antara estimasi kadar antibiotik dengan luaran klinis (p-value  0,369) dan tidak terdapat hubungan antara kejadian ADRs dengan luaran klinis pasien (p-value 1,00). 


The rational use of antibiotics remains low, increasing the risk of antibiotic resistance. Several studies in Indonesia shown that irrational antibiotic prescribing persists. Aminoglycosides are broad-spectrum antibiotics with concentration-dependent bactericidal activity that will provide maximum effect at maximum serum concentration. The pharmacokinetic-pharmacodynamic parameters used to assess antibiotic effectiveness using the ratio of maximum concentration (Cmax) to Minimum Inhibitory Concentration (MIC). The Cmax/MIC ratio should reach a target of 8-10. The objectives of this study were to determine the pattern of aminoglycoside antibiotic use, analyze the rationality of therapy, ADRs, and pharmacokinetic-pharmacodynamic parameters of aminoglycoside antibiotics, and analyze the relationship between rationality, pharmacokinetic-pharmacodynamic parameters and the incidence of ADRs of aminoglycoside antibiotics with their clinical outcomes. 
The research method was an analytical observational study with a retrospective cross-sectional design. The sample of this study were pediatric patients suffering from neonatal sepsis, sepsis, and pneumonia who received amikacin and/or gentamicin therapy at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta from January to December 2020. A total of 167 patients met the inclusion and exclusion criteria. In this study, the results of qualitative data from patient demographics, antibiotics profiles, and rationality of antibiotic therapy that have been obtained will be presented descriptively using frequency tabulation. Bivariate analysis was performed using the Chi-square Test or Fisher's exact Test to analyze the relationship between rationality of therapy, pharmacokinetic-pharmacodynamic parameters of antibiotics and the occurrence of ADRs, with patient clinical outcomes.
Based on the Gyssens flowchart, from the 236 types of aminoglycoside antibiotic therapy given to pediatric patients at Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta, there were a total of 239 Gyssens categories consisting of 161 rational therapies (0 category) and 78 irrational therapies including 50 for IIA categories, 10 for IIB categories, 5 for IIIB categories, for IVA categories, and 1 for IVB category. Pharmacokinetic-pharmacodynamic (PK-PD) parameters can be seen from the estimation of antibiotic levels with a Cmax/MIC ratio between 8-10. Data were obtained for 15 in-range therapies and 221 out-range therapies. The occurrence of ADRs in the use of aminoglycoside antibiotics that can be observed is an increase in serum creatinine levels. 3 patients were found with an increase in serum creatinine levels after administration of aminoglycoside antibiotics. There was no relationship between the rationality of therapy and the patient's clinical outcomes (p-value 0.459), there was no relationship between the estimated antibiotic levels and clinical outcomes (p-value 0.369) and there was no relationship between the occurrence of ADRs and the patient's clinical outcomes (p-value 1.00).

Kata Kunci : antibiotik, aminoglikosida, Gyssens, rasionalitas, Cmax, MIC


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.