Laporkan Masalah

PENGGUNAAN SILICON SHIELD SEBAGAI INSTRUMEN DETERENSI: STRATEGI TAIWAN MEMPOSISIKAN DIRI DI TENGAH RIVALITAS AMERIKA SERIKAT-CINA

Callictus Yoga Adi Kamajaya, Arindha Nityasari, S.I.P., MCyberSecAnalysis

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis strategi Taiwan dalam menggunakan keunggulannya di industri semikonduktor global, yang dikenal sebagai silicon shield, di tengah rivalitas kekuatan besar antara Amerika Serikat (AS) dan Cina. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah: Bagaimana Taiwan memanfaatkan silicon shield sebagai kapabilitas material untuk memposisikan dirinya dalam rivalitas antara Amerika Serikat dan Cina?. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif studi pustaka, penelitian ini menerapkan kerangka konseptual neorealisme defensif dan konsep buffer state kontemporer untuk menganalisis strategi Taiwan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taiwan secara sadar dan aktif menggunakan silicon shield sebagai instrumen deterensi yang efektif. Melalui pilar strategi seperti diplomasi publik, investasi pada teknologi mutakhir, dan integrasi ke dalam rantai pasok keamanan AS, Taiwan berhasil memposisikan dirinya sebagai buffer state kontemporer yang dinamis. Ketergantungan global ini secara efektif menahan ambisi reunifikasi Cina dan memoderasi kebijakan AS, sehingga memungkinkan Taiwan untuk menjaga otonomi dan stabilitas status quo. Penelitian ini berkontribusi pada literatur Hubungan Internasional dengan menunjukkan bagaimana negara kecil dapat secara strategis memanfaatkan kapabilitas material non-militer untuk menjaga keamanannya dalam sistem internasional yang anarkis.

This research analyzes Taiwan's strategy of using its dominance in the global semiconductor industry, known as the "silicon shield," amidst the great power rivalry between the United States (US) and China. The main research question posed is: How does Taiwan utilize its silicon shield as a material capability to position itself within the rivalry between the United States and China?. Employing a qualitative desk study method, this research applies the conceptual frameworks of defensive realism and the contemporary buffer state concept to analyze Taiwan's strategy. The findings indicate that Taiwan consciously and actively uses its silicon shield as an effective instrument of deterrence. Through strategic pillars such as public diplomacy, investment in cutting-edge technology, and integration into the US security supply chain , Taiwan successfully positions itself as a dynamic contemporary buffer state. This global dependence effectively restrains China's reunification ambitions and moderates US policy, thereby enabling Taiwan to maintain its autonomy and the stability of the status quo. This study contributes to the International Relations literature by demonstrating how a small state can strategically leverage non-military material capabilities to maintain its security within an anarchic international system.

Kata Kunci : Silicon Shield, Strategi Taiwan, Buffer State, Neorealisme Defensif, Geopolitik, TSMC, Hubungan AS-Cina

  1. S1-2025-477577-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477577-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477577-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477577-title.pdf