Perbandingan Standar-Standar Audit Energi Bangunan Gedung terkait SOP
Laily Nafisah, Dr. Eng. Ir. Mohammad Kholid Ridwan, S. T., M. Sc., IPU.
2025 | Skripsi | FISIKA TEKNIK
Peningkatan pembangunan gedung dalam berbagai sektor telah menyebabkan tingginya konsumsi energi, khususnya energi listrik. Untuk mendorong efisiensi dan konservasi energi secara optimal, diperlukan pelaksanaan audit energi yang terstruktur dan sistematis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan utama dalam pelaksanaan audit energi, membandingkan standar operasional prosedur (SOP) audit energi nasional dan internasional, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan audit energi pada bangunan gedung. Data diperoleh dari dokumen regulasi resmi, standar teknis, serta jurnal ilmiah yang relevan, dengan fokus utama pada SNI 6196:2011 dan ISO 50002:2014. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses audit energi pada bangunan gedung terdiri dari enam tahapan utama, yaitu: persiapan, pengumpulan data, survei lapangan dan pengukuran, analisis data dan perhitungan intensitas konsumsi energi (IKE), identifikasi peluang penghematan energi, dan penyusunan laporan. Perbandingan antara SNI dan ISO menunjukkan perbedaan pada struktur tahapan, pendekatan pelaksanaan, serta penggunaan indikator kinerja energi. Keberhasilan audit energi ditentukan oleh kelengkapan data, keahlian auditor, dukungan manajemen, serta penerapan teknologi pemantauan energi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan efisiensi energi di sektor bangunan gedung.
Peningkatan pembangunan gedung dalam berbagai sektor telah menyebabkan tingginya konsumsi energi, khususnya energi listrik. Untuk mendorong efisiensi dan konservasi energi secara optimal, diperlukan pelaksanaan audit energi yang terstruktur dan sistematis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan utama dalam pelaksanaan audit energi, membandingkan standar operasional prosedur (SOP) audit energi nasional dan internasional, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan audit energi pada bangunan gedung. Data diperoleh dari dokumen regulasi resmi, standar teknis, serta jurnal ilmiah yang relevan, dengan fokus utama pada SNI 6196:2011 dan ISO 50002:2014. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses audit energi pada bangunan gedung terdiri dari enam tahapan utama, yaitu: persiapan, pengumpulan data, survei lapangan dan pengukuran, analisis data dan perhitungan intensitas konsumsi energi (IKE), identifikasi peluang penghematan energi, dan penyusunan laporan. Perbandingan antara SNI dan ISO menunjukkan perbedaan pada struktur tahapan, pendekatan pelaksanaan, serta penggunaan indikator kinerja energi. Keberhasilan audit energi ditentukan oleh kelengkapan data, keahlian auditor, dukungan manajemen, serta penerapan teknologi pemantauan energi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan kebijakan efisiensi energi di sektor bangunan gedung.
Kata Kunci : Audit energi, standar operasional prosedur, efisiensi energi, SNI 6196:2011, ISO 50002:2014, IKE