Laporkan Masalah

Pemenuhan Layanan Hak-Hak Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga di DP3AP2KB Kabupaten Gayo Lues

Rizka Masturah, Sri Wiyanti Eddyono, S.H., LL.M.(HR)., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hukum

PEMENUHAN LAYANAN HAK-HAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI DP3AP2KB KABUPATEN GAYO LUES

INTISARI

Rizka Masturah, Sri Wiyanti Eddyono

Penelitian ini bertujuan untuk mengeskplorasi, mengidentifikasi, dan menganalisis pelaksanaan pemenuhan layanan hak-hak korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh DP3AP2KB Kabupaten Gayo Lues. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menelaah, merumuskan, dan memberikan rekomendasi terkait mekanisme yang paling efektif dalam menjamin terpenuhinya hak-hak korban KDRT secara menyeluruh selaras dengan prinsip-prinsip perlindungan yang tercantum dalam regulasi nasional.

Penelitian ini menggunakan pendekatan metode normatif-empiris dengan memanfaatkan data primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen serta wawancara dengan narasumber yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan layanan bagi korban KDRT, termasuk diantaranya para staf DP3AP2KB dan para penyintas KDRT. Seluruh data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan dua kesimpulan, pertama bahwa meskipun layanan bagi korban KDRT oleh DP3AP2KB Kabupaten Gayo Lues telah berlandaskan pada UU PKDRT, implementasinya belum sepenuhnya berperspektif korban. Hal ini jelas terlihat dari indikator-indikator perspektif korban yang menunjukkan kesenjangan signifikan antara regulasi dan praktik di lapangan. Layanan seperti rumah aman, bantuan hukum, psikososial, dan rujukan medis lebih menekankan aspek administrasi dari pada kebutuhan substantif korban. Sejalan dengan pandangan Walklate, sistem cenderung melayani korban ideal yang tidak menghadapi hambatan sosial atau geografis. Di Gayo Lues, akses terbatas dan kurangnya sensitivitas petugas sering memicu reviktimisasi. Ini mencerminkan bahwa tantangan lokal belum sepenuhnya terakomodasi, sehingga perlindungan korban belum berjalan optimal. Kedua, pemenuhan hak korban KDRT di Gayo Lues perlu mengedepankan pendekatan komprehensif dan berbasis kebutuhan korban. Implementasi yang ada masih lemah, terutama dalam akses rumah ama, bantuan hukum, layanan psikososial, dan pemberdayaan ekonomi. Ke depan, layanan harus holistik, proaktif, dan mampu mengatasi hambatan struktural melalui peningkatan akses, kapasitas petugas dan koordinasi lintas sektor.

FULFILLMENT SERVICES FOR DOMESTIC VIOLENCE VICTIMS' RIGHTS AT DP3AP2KB OF GAYO LUES REGENCY

ABSTRACT

Rizka Masturah, Sri Wiyanti Eddyono

This study aims to explore, identify, and analyze the implementation of the fulfillment services for domestic violence victims' rights in Gayo Lues Regency. Additionally, this study seeks to examine, formulate, and recommend optimal mechanisms that should be implemented to ensure that domestic violence victims' rights are comprehensively fulfilled in accordance with national protection regulations.

This research employs a normative-empirical method by utilizing primary, secondary, and tertiary data. Data collection was conducated through document studies and interviews with key informants directly involved in victim services, including DP3AP2KB staff and domestic violence victims. The collected data were then qualitatively analyzed and presented descriptively.

The findings indicate two main conclusions, first that although the services for victims of domestic violence (DV) provided by DP3AP2KB Gayo Lues Regency are based on the Domestic Violence Law (UU PKDRT), their implementation is not yet fully victim centered. This is evident from the victim centered indicators, which reveal a significant gap between regulations and practice on the ground. Servives such as safe house, legal aid, psychosocial, and medical referrals tend to prioritize administrative aspects over the substantive needs of victims. Consistent with Walklate's perspective, the system often caters to "ideal victims" who don't face social or geographical barriers. In Gayo Lues, limited access and a lack of sensitivity from officers frequently lead to re-victimization. This reflects that local challenges are not yet fully accommodated, resulting in suboptimal victim protection. Second, moving foward fulfilling the rights of DV victims in Gayo Lues requires a comprehensive and victim need based approach.  Current implementation remains weak, particularly in terms of access to safe houses, legal aid, psychosocial services, and economic empowerment. Future services must be holistic, proactive, and capable of overcoming structural barriers through improved access, enhanced officer capacity, and better cross sector coordination.  

Kata Kunci : Pemenuhan Hak Korban, Kekerasan Dalam Rumah, Layanan Perlindungan, DP3AP2KB, Perspektif korban

  1. S2-2025-501189-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501189-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501189-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501189-title.pdf