EKSPLORASI TUGAS KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN HALUSINASI: STUDI KUALITATIF
Brian Joel Sapulette, Sri Warsini, S.Kep., Ns., M.Kes., Ph.D; Prof. Intansari Nurjannah, S.Kp., MN.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar belakang: Prevalensi gangguan mental termasuk halusinasi diperkirakan akan terus meningkat seiring dinamika kehidupan. Keluarga berperan sebagai caregiver utama dalam merawat pasien dengan halusinasi dan melaksanakan lima tugas keluarga menurut Friedman. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas tentang pengalaman keluarga merawat pasien gangguan jiwa, sementara penelitian tugas keluarga dalam merawat pasien halusinasi masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui pelaksanaan tugas keluarga dan kesulitan yang ditemui dalam merawat pasien dengan halusinasi.
Metode: Penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif yang melibatkan delapan partisipan sebagai caregiver utama seperti suami, istri, anak, orang tua, atau saudara kandung. Pengambilan data dilakukan pada Februari-Maret 2025 menggunakan purposive sampling dengan wawancara semi terstruktur.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan telah melaksanakan kelima tugas keluarga. Analisis tematik menghasilkan enam tema utama yaitu: perkembangan kognitif keluarga dalam mengenali halusinasi sebagai isu kesehatan, dinamika pengambilan keputusan keluarga berbasis informasi, manajemen dan tanggung jawab keluarga dalam merawat individu dengan halusinasi, penyesuaian rumah oleh keluarga untuk menunjang stabilitas individu dengan halusinasi, komitmen keluarga dalam pemanfaatan layanan kesehatan bagi individu dengan halusinasi, dan kompleksitas tantangan dalam menjalankan tugas keluarga secara adaptif.
Kesimpulan: Keluarga memainkan peran sentral dalam merawat individu dengan halusinasi. Pelaksanaan kelima tugas keluarga tampak dari kemampuan keluarga mengenali masalah, membuat keputusan berbasis informasi, menjalankan tanggung jawab perawatan, menyesuaikan kondisi dan suasana rumah, serta memanfaatkan layanan kesehatan. Strategi adaptif yang dilakukan menunjukkan komitmen keluarga meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Background: The prevalence of mental disorders, including hallucinations, is expected to rise in line with life’s growing complexities. Families serve as primary caregivers for individuals experiencing hallucinations and are responsible for performing five family tasks as outlined by Friedman. While prior research has mainly focused on the family's caregiving experience in mental illness, studies specifically examining family tasks in caring for patients with hallucinations remain limited.
Objective: To explore the implementation of family caregiving tasks and the challenges encountered in caring for patients with hallucinations.
Methods: A descriptive qualitative study was conducted with eight primary caregivers, including spouses, children, parents, and siblings. Data were collected through purposive sampling and semi-structured interviews during February-March 2025.
Results: All participants reported performing the five family tasks. Thematic analysis revealed six major themes: cognitive development in recognizing hallucinations as a health issue, informed family decision-making dynamics, caregiving responsibilities and management, household adjustments to support patient stability, family commitment to accessing mental health services, and the complexity of challenges in adaptively fulfilling family roles.
Conclusion: Families play a pivotal role in caring for individuals with hallucinations. The fulfillment of family tasks is evident through their ability to identify problems, make informed decisions, manage care responsibilities, adapt the home environment, and access healthcare services. Despite various challenges, families demonstrate adaptive strategies that reflect strong commitment.
Kata Kunci : Tugas keluarga, perawatan halusinasi, caregiver pasien.