Pendekatan kartografis untuk kajian tingkat kemiskinan kabupaten Dati II bantul tahun 1986/1987 dan 1991/1992
Masrun Asyrofi, Drs. Mas Sukoco, M.Sc.; Drs. Noorhadi Rahardjo,M.S. ; P.M.
1994 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini berlokasi di Kabupaten Dati II Bantul, mengambil topik tentang tingkat kemiskinan dengan pendekatan kartografis. Tujuan penelitian yang hendak dicapai yaitu: Pertama melakukan pengukuran tingkat kemiskinan masing-masing desa di Kabupaten Bantul, kemudian menyajikannya ke dalam bentuk peta. Kedua melakukan analisa peta-peta yang dihasilkan, dimaksudkan untuk menganalisis pola keruangan dan perubahan tingkat kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode analisa data sekunder, yaitu menganalisa data pendapatan perkapita dengan pendekatan kebutuhan hidup minimum menentukan tingkat kemiskinan. Pengukuran kemiskinan digunakan metode skor, sesuai kriteria Depdagri melalui pendekatan kebutuhan hidup perkapita pertahun terhadap konsumsi 9 bahan pokok. untuk tingkat dari minimum Data yang dikumpulkan meliputi data pokok: data lokasi, pendapatan desa, jumlah penduduk, pendapatan perkapita, kebutuhan hidup minimum, serta data bantu: data kepadatan penduduk, data bentuk penggunaan lahan, data topografi, data pola curah hujan, dan data produktivitas lahan. Simbol yang digunakan menyajikan data meliputi: simbol titik kualitatif, untuk titik kuantitatif, garis kualitatif, simbol area dengan mengunakan warna maupun garis arsir. Dengan menggunakan simbol-simbol tersebut dihasilkan peta-peta yang baik dan mudah dibaca serta berguna untuk analisa. Peta-peta yang dihasilkan meliputi peta-peta skala 1:75.000 yaitu: peta administrasi, peta penggunaan lahan, peta potensi alam dan wilayah pengembangan, peta pendapatan desa, peta pendapatan perkapita, peta jumlah penduduk dan kepadatan penduduk, peta tingkat kemiskinan dan peta perubahan tingkat kemiskinan. Dari hasil penelitian diketahui, Kabupaten Bantul tahun 1986/1987 keadaan kemiskinan masih meliputi desa miskin sekali, miskin, hampir miskin dan tidak miskin. Dalam kurun waktu lima tahun yaitu tahun 1991/1992 telah banyak perubahan, keadaan telah lebih baik. Mayoritas desa-desa di Kabupaten Bantul sudah tidak miskin. Desa-desa miskin di Kabupaten Bantul baik tahun 1986/1987 dan 1991/1992 menyebar pada kondisi daerah yang kurang menguntungkan yaitu pada daerah perbukitan dan pegunungan yang umumnya penggunaan lahan dominan adalah tegalan dan hutan. Pada daerah tersebut kurang subur untuk lahan pertanian, sehingga sumbangan untuk sektor pertanian terhadap pendapatan daerah relatif kecil. Sedangkan desa-desa tidak miskin menyebar di bagian Tengah dan bagian Utara wilayah Kabupaten Bantul yang merupakan daerah landai dan merupakan daerah persawahan yang subur.
-
Kata Kunci : Kartografi,Pemetaan kemiskinan, Bantul,DIY,Tingkat Kemiskinan,Pendekatan Kartografis