Laporkan Masalah

Implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di Puskesmas Gamping 1

Selviana Ananta Putri, Dr. Savitri Citra Budi, S.K.M.,M.P.H.

2025 | Tugas Akhir | D4 MANAJEMEN INFORMASI KESEHATAN

Latar belakang: Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk meningkatkan akses kesehatan melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Integrasi layanan primer diselenggarakan dengan pemenuhan kriteria puskesmas ILP dan dilakukan sesuai pedoman kerja yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Menurut hasil monitoring dan evaluasi tahun 2024, Puskesmas Gamping 1 memiliki pelaksanaan ILP terbaik se-Kabupaten Sleman. Akan tetapi, terdapat tantangan integrasi layanan primer, salah satunya adalah sumber daya manusia kesehatan. Hal tersebut berdampak pada kegiatan pelaporan layanan kesehatan baik di dalam gedung maupun luar gedung.

Tujuan: Mengetahui pelaksanaan ILP di Puskesmas Gamping 1 berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April–Mei tahun 2025 melalui wawancara semi-terstruktur, studi dokumentasi, dan observasi.

Hasil: Tata kelola Puskesmas Gamping 1 terbagi ke dalam klaster. Layanan kesehatan berbasis siklus hidup telah menerapkan alur layanan sesuai standar operasional prosedur. Terdapat dua puskesmas pembantu yang melaksanakan layanan terintegrasi dan dilakukan oleh perawat, bidan, dan kader. Posyandu yang melakukan layanan terintegrasi terdiri atas minimal lima orang kader. Kegiatan kunjungan rumah menjumpai tantangan dalam penyusunan laporannya.

Kesimpulan: Penyelenggaraan ILP di Puskesmas Gamping 1 telah berlandaskan standar oleh Kementerian Kesehatan. Meski demikian, layanan ILP belum dilakukan secara lengkap untuk tiap sasaran dan menjadi beban tambahan petugas terkait pelaporan.

Kata kunci: integrasi layanan primer, puskesmas, monitoring evaluasi

Background: The Ministry of Health Republic Indonesia is committed to improving health access through the Primary Health Care Integration (PHCI). Primary services integration is conducted in alignment with the Ministry of Health’s guidelines and based on the fulfillment of criteria required for PHCI-designated health centers. According to the 2024 monitoring and evaluation report, Gamping 1 Community Health Center demonstrated the most effective ILP implementation in Sleman Regency. Despite this achievement, challenges remain—particularly in the area of human resources for health. Limited staffing has impacted the efficiency of health service reporting, both for facility-based services and community outreach activities.

Objective: To know the implementation of PHCI at Gamping 1 Community Health Center based on the standards set by the Ministry of Health.

Method: This study used a descriptive qualitative case study approach. It employed semi-structured interviews, document analysis, and observations to obtain in-depth data.

Result: Gamping 1 organizational structure is divided into clusters. Health service delivery is based on the life cycle approach, following service flows according to standard operating procedures. Two auxiliary health centers provide PHCI services, delivered by nurses, midwives, and health cadres. The life cycle services at the Integrated Service Post (Posyandu) involve at least five health cadres. Home visit activities face challenges in compiling reports.

Conclusion: The implementation of PHCI was in line with the Ministry of Health standards, although the PHCI services have not been fully implemented for each target, and have increased the burden of the officers in reporting.

Keywords: primary service integration, community health center, monitoring evaluation

Kata Kunci : integrasi layanan primer, puskesmas, monitoring evaluasi

  1. D4-2025-474645-abstract.pdf  
  2. D4-2025-474645-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-474645-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-474645-title.pdf