Dampak Indigofera zollingeriana terhadap Pertumbuhan Mangifera indica, Persea americana, dan Citrus hystrix di Desa Pitu, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi
Rizal Sandro Valentino, Winastuti Dwi Atmanto; Handojo Hadi Nurjanto
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Desa Pitu, Kecamatan Pitu,
Kabupaten Ngawi sebagi petani jagung dan tebu. Pemupukan intensif yang
dilakukan dapat menurunkan produktivitas lahan. Solusi untuk meningkatkan
produktivitas lahan, masyarakat mulai menanam Indigofera zollingeriana sebagai
pembenah lahan terdegradasi. Tanaman ini ditanam bersama Mangifera indica,
Persea americana, dan Citrus hystrix yang digunakan sebagai indikator performa
indigofera dalam memperbaiki lahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
pengaruh Indigofera terhadap pertumbuhan tanaman buah serta menganalisis
biomassa yang dihasilkan oleh indigofera.
Penelitian dilakukan di Desa Pitu, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, dari
bulan November 2024 hingga Mei 2025. Rancangan yang digunakan adalah
rancangan acak lengkap berblok dengan tiga blok sebagai sumber data, setiap blok
terdapat enam kombinasi perlakuan. Pengambilan data dilakukan bertahap setiap
tiga bulan, yaitu dari umur 9, 12, dan 15 BST. Pengukuran pada tanaman buah
meliputi tinggi, diameter, dan lebar tajuk, sedangkan pada Indigofera meliputi
tinggi, diameter, dan biomassa yang dipangkas setinggi 60 cm dari permukaan
tanah. Analisis data menggunakan Uji ANOVA pada tanaman buah dan analisis
deskriptif kuantitatif pada tanaman indigofera.
Keberadaan Indigofera tidak memberikan pengaruh nyata terhadap
pertumbuhan tanaman mangga, alpukat, dan jeruk purut. Meskipun demikian,
keberadaan Indigofera memberikan dampak yang positif terhadap ketiga jenis
tersebut. Biomassa indigofera tertinggi terdapat pada plot mangga di semua umur
pengamatan, dengan jumlah cenderung menurun hingga umur 15 BST. Masyarakat
yang ingin menanam ketiga jenis tersebut disarankan dikombinasikan bersama
indigofera dengan kondisi lingkungan lokasi penanaman seperti di blok 2 untuk
meningkatkan produktivitas lahan dan perlu dilakukan pemeliharan pada tanaman
Indigofera untuk menjaga produktivitasnya.
Most people in Pitu Village, Pitu District, Ngawi Regency, earn their living
by farming corn and sugar cane. Intensive fertilization can reduce land
productivity. To improve land productivity, the community has begun planting
Indigofera zollingeriana as a land improver for degraded land. This plant is
planted alongside Mangifera indica, Persea americana, and Citrus hystrix, which
are used as indicators of indigofera's performance in land improvement. This study
was conducted to determine the effect of Indigofera on fruit plant growth and to
analyze the biomass produced by indigofera.
The study was conducted in Pitu Village, Pitu District, Ngawi Regency, from
November 2024 to May 2025. The design used was a completely randomized block
design with three blocks as data sources, each block containing six treatment
combinations. Data collection was carried out in stages every three months, namely
from the age of 9, 12, and 15 BST. Measurements on fruit plants included height,
diameter, and crown width, while on Indigofera included height, diameter, and
biomass pruned at a height of 60 cm from the ground surface. Data analysis used
ANOVA test on fruit plants and quantitative descriptive analysis on indigofera
plants..
The presence of Indigofera did not significantly affect the growth of mango,
avocado, and kaffir lime plants. However, the presence of Indigofera had a positive
impact on all three species. The highest Indigofera biomass was found in the mango
plot at all observation ages, with a tendency to decrease until 15 months after
planting. Communities wishing to plant these three species are advised to combine
them with Indigofera under environmental conditions such as those in block 2 to
increase land productivity. Maintenance of the Indigofera plants is necessary to
maintain their productivity.
Kata Kunci : tanaman buah, indigofera, biomassa, tumpangsari, pertumbuhan