Laporkan Masalah

PENGARUH PERAMBAHAN METHIONINE DAN LYSINE PADA RANSUM NABATI TERHADAP PRODUKSI TELUR AYAM WHITE LEGHORN

Widada, Drh. Soedomo; Drs. M.Kamal

1975 | Skripsi | S1 PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan penyusunen ransum ayem petelur yang seluruhnya berasal dari bahen nabati dengan ditambah asam amin. methiesine den lysine serta pengaruhnya terhadap produksi telur. Pengematan individull dilakukan terhadap 48 ekor ayem SCWL sedang berprodukasi yang terbagl dalam enam kelompok; dengan perincian 5 kelompok ayam memperoleh ransum nabati, dan sekelompok memperoleh ransum yang mengandung protein asal hewan sebagal pembanaing, Pelaksanaen penelitian dimulel tanggel 27 Mel 1973, selama 12 minggu di Karangmalang, Yogyakarta. Dengan pengujien OfD dan tes menurut Tukey dengan P 0,05, ternysts bahwa ayam yang memperoleh ransum nabati yang mengandung 0,41 persen 'asam-amino 8' tidak mampu berproduksi yang beike. penambahan methionine 0,13 persen ke dalamnya dapat menghasilkan produksi telur eukup, Penambahan 0,20 persen methionine ke dalam ransum nabati tersebut dapat memperbaiki hasil produksi dan konversi makanan, Adapun penambehan lysine terhadap ransum nabati sehingga melebihi batas kebutuhan standar tidak memberikan pengaruh yang nyata Dengen demikian dapat diketahul banwa mensum ayam petelur White Leghorn dapat disusun dari bahan nabati seluruhnya, asal ke daamnya ditambahkan asam amino methionine seculupnya, serba ditambsh vitamin yang kurang

Kata Kunci : METHIONINE; LYSINE; RANSUM NABATI; PRODUKSI TELUR AYAM


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.