Kemungkinan timbulnya heterosis dalam pertumbuhan anak ayam persilangan antara ayam kedu hitam dengan ayam kampung
Umi Widijati, Drh. Wartomo, M.SA.; Drs., Nasroedin
1975 | Skripsi | S1 PETERNAKANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pada hasil silangan tersebuttimbul sifat heterosis. Penelitian ini menggunakan 80 ekor anak ayam yang berasal dari dua kali penetasan masing-masing 40 ekor. Dari tiap penetasan anak ayam Kedu, Kampung, Kampung Kedu dan Kedu Kampung masing-masing 10 ekor. Penelitian ini di mulai sejak anak ayam umur 1 sampai dengan 12 minggu Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada perbedaan pertumbuhan yang disebabkan karena beda waktu dimulainya penelitian (p=0,01) dan karena perbdaan jenis kelamin (F=0,01). Dengan adanya persilangan juga menyebabkan perbedaan pertumbuhan (p=0,05) karena timbulnya sifat heterosis pada hasil persilangan sebesar 11,7 persen. Diperoleh pula adanya hubungan antara panjang shank dengan berat badan pada umur 12 minggu dengan koefisien korelasi Kedu 0,798; Kampung 0,754; Kampung Kedu; 0,953; Kedu Kampung 0,859. Efisiensi dan konfersi makanan yang terbaik adalah ayam kampung ebesar 0.02634 dan 0,3803 sedangkan terendah adalah ayam Kedu sebesar 0,2371 dan 4,2535. Berat badan rata-rata anak ayam persilangan pada umur 12 bulan masing-masing adalah 782,3 gram dan 819.61 gram, sedangkan anak ayam kampung 745,1 gram dan anak ayam Kedu hitam 667,1 gram.
Kata Kunci : Sifat Heterosis, anak ayam kedu hitam; ayam kampung, persilangan anak ayam