Analisa peta untuk studi perubahan bentuk penggunaan lahan kecamatan Depok dan Mlati kabupaten Dati II Sleman tahun 1981-1991
Karyawan Santosa, Drs. Sukwardjono; Dra. Endang Saraswati, M.S.
1993 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHKecamatan Depok dan Mlati merupakan daerah yang menjadi obyek dalam penelitian. Kedua kecamatan tersebut merupakan satu kesatuan lokasi yang terletak di sebelah Utara dan berbatasan langsung dengan Kotamadya Yogyakarta, termasuk Kabupaten Dati II Sleman. Tujuan Penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui luas dan distribusi dari perubahan bentuk penggunaan lahan tahun 1981-1991, (2) Menganalisa faktor jumlah penduduk pendatang dan aksebilitas apakah berpengaruh positip terhadap distribusi luas perubahan bentuk penggunaan lahan daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode tumpang susun peta. Untuk analisa keruangan melalui pendekatan secara administrasi dengan membagi beberapa blok didasarkan pada unit wilayah administrasi tiap kalurahan. Peta skala 1: 15000 cukup baik dan detail untuk menyajikan kenampakan bentuk penggunaan lahan dalam hubungannya dengan klasifikasi yang digunakan untuk studi perubahan bentuk pengunaan lahan. Peta skala 1: 25 000 baik dan jelas untuk menyajikan data yang telah dikelompokkan dalam kaitannya untuk analisa keruangan antar kalurahan. Dari hasil analisa Peta Perubahan bentuk penggunaan lahan, ternyata di daerah penelitian terjadi perubahan bentuk penggunaan lahan agraris menjadi non agraris seluas 124,060 Ha yang meliputi pengurangan lahan sawah 68,220 dan tegal 55,840 Ha. Jika ditinjau dari distribusinya di tiap-tiap kalurahan maka kalurahan yang mempunyai perubahan besar adalah kalurahan Caturtunggal 39,796 Ha dan Sinduadi 31,929 Ha karena berbatasan langsung dengan Kotamadya Yogyakarta dan ditunjang sarana dan prasarana yang lebih baik, sedangkan kalurahan Condongcatur 19,724 Ha, Maguwoharjo 17,000 Ha dan Sendangadi 11,521 Ha mempunyai luas merubahan sedang karena letaknya agak jauh dengan Kotamadya Yogyakarta dan mempunyai sarana dan prasarana tidak sebaik di kedua kalurahan tersebut di atas. Untuk kalurahan Tlogoadi 2,175 Ha, Sumberadi 1,374 Ha, dan Tirtoadi 0,541 Ha, mempunyai luas perubahan yang kecil karena letaknya jauh dari Kotamadya Yogyakarta disamping itu mempunyai saran dan prasarana tidak sebaik kelima kalurahan tersebut di atas. Dari hasil analisa Peta Luas Perubahan Bentuk Penggunaan Lahan dengan peta pendukungnya, ternyata jumlah duduk pendatang dan aksesibilitas berpengaruh terhadap distribusi luas perubahan bentuk penggunaan daerah penelitian.
-
Kata Kunci : Peta penggunaan lahan;Perubahan bentuk penggunaan lahan,Depok,Mlati,Sleman,DIY