Implementasi K-Means Clustering dan Fuzzy Analytic Hierarchy Process Berbasis Python untuk Pengelompokan dan Strategi Pengembangan UMKM Kacang Mete Berdasarkan Kinerja Usaha dan Kualitas Produk
Ronna Guphyta, Dr. Agung Putra Pamungkas, S.T.P., M.Agr. ; Dr. Jumeri, S.T.P., M.Si.
2025 | Skripsi | TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
UMKM kacang mete di
Kabupaten Wonogiri menghadapi tantangan dalam persaingan pasar yang semakin
kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma K-Means
Clustering dan Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) berbasis Python
dalam pengelompokan UMKM kacang mete yang dilanjutkan dengan penyusunan
strategi pengembangan. Penerapan klaster dalam penyusunan strategi pengembangan
didasarkan pada aspek kinerja usaha dan kualitas produk guna mendapatkan
alternatif upaya peningkatan kinerja dan kualitas bagi UMKM kacang mete.
Implementasi algoritma K-Means
Clustering digunakan pada penelitian ini untuk mengelompokkan UMKM
berdasarkan aspek kinerja usaha dan kualitas produk, yakni dengan membagi UMKM
kacang mete menjadi beberapa klaster berdasarkan karakteristik serupa.
Selanjutnya, dalam penentuan prioritas pengembangan yang sesuai dengan
karakteristik tiap klaster menggunakan pendekatan Fuzzy Analytic Hierarchy
Process.
Hasil penelitian ini mengklasifikasikan 10 UMKM kacang mete menjadi 2 klaster berdasarkan nilai selisih Sum of Squared Errors (SSE) sebesar 3,055 pada penambahan jumlah klaster menjadi 2, dengan masing-masing terdiri dari 5 UMKM. Klaster 1 memiliki karakteristik kinerja usaha lebih rendah dibandingkan Klaster 2. Strategi pengembangan pada klaster 1 adalah dengan upaya peningkatan kapasitas produksi melalui pelatihan manajerial dan produksi guna memperbesar volume produksi serta penguatan aspek sensorik produk, terutama aroma, melalui inovasi resep dan kontrol kualitas bahan baku. Sedangkan, pada Klaster 2 dengan kinerja usaha yang lebih besar namun kualitas produksi lebih rendah dibandingkan Klaster 1, dapat fokus pada upaya peningkatan aspek keandalan produk melalui penerapan sistem manajemen mutu terpadu (Total Quality Management) guna menjamin standardisasi produk yang dihasilkan secara konsisten, serta pengembangan merek dan promosi produk untuk meningkatkan persepsi nilai dan loyalitas pelanggan.
Cashew nut MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) in Wonogiri Regency face challenges in an
increasingly competitive market. The purpose of this study
is to implement the K-Means Clustering algorithm and Fuzzy Analytic Hierarchy
Process (FAHP) based on Python for clustering cashew nut MSMEs followed by the
formulation of development strategies. The application of clustering in the
formulation of development strategies is based on business performance and
product quality aspect to obtain alternative way to improve the performance and
quality of cashew nut MSMEs. The
implementation of the K-Means Clustering algorithm in this study is used to
clustering MSMEs based on business performance and product quality aspects, by
dividing cashew nut MSMEs into several clusters based on similar
characteristics. After that, the determination of priority development
strategies that align with the characteristics of each cluster is carried out
using the Fuzzy Analytic Hierarchy Process approach. The results of this study classify 10 cashew nut MSMEs
into 2 clusters based on the Sum of Squared Errors (SSE) difference value of
3.055 upon increasing the number of clusters to 2, with each consisting of 5
MSMEs. Cluster 1 has lower business performance characteristics compared to
Cluster 2. The development strategy for Cluster 1 is to improve production
capacity through managerial and production training to increase production
volume, as well as strengthening the sensory aspects of the product, especially
aroma, through recipe innovation and raw material quality control. On the other
hand, Cluster 2, with higher business performance but lower production quality
compared to Cluster 1, can focus on improving product reliability through the
implementation of an integrated Total Quality Management system to ensure
consistent product standardization, as well as brand development and product
promotion to enhance perceived value and customer loyalty.
Kata Kunci : K-Means Clustering, Fuzzy Analytic Hierarchy Process, python, strategi pengembangan, kinerja usaha, kualitas produk, UMKM