PERBANYAKAN JAMUR SPORA JAMUR MIKORIZA (JMA) MENGGUNAKAN BUNGA MATAHARI KERDIL (Helianthus annuus) DWARF SOLEIL
RIZKY OCTAVYA, Prof. Ir. Donny Widianto, Ph. D. ; Ir. Ngadiman, M. Si., Ph. D.
2025 | Skripsi | MIKROBIOLOGI PERTANIAN
Jamur Mikoriza Arbuskula (JMA) menunjukkan potensi sebagai pendukung pertumbuhan tanaman karena kemampuannya dalam meningkatkan daya dukung perkembangan serta ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik. Studi ini bertujuan mengevaluasi potensi bunga matahari kerdil (Helianthus annuus) Dwarf Soleil sebagai inang dalam perbanyakan spora JMA. Penelitian dilakukan menggunakan metode Pot Culture pada medium zeolit steril. Inokulasi JMA dilakukan dengan 25 spora/1000 gram zeolit, yang diisolasi dari rizosfer Pisang Raja dan Pisang Cavendish. Tanaman dirawat dengan penyiraman Johnson's Nutrient Solution (JNS), pada suhu 25–30°C. Analisis perbanyakan mencakup isolasi spora dan pewarnaan akar. Hasil menunjukkan bahwa bunga matahari kerdil dan jagung masing-masing menghasilkan rata-rata 2 spora/100 gram zeolit. Analisis pewarnaan akar tidak mendeteksi struktur khas JMA, seperti vesikula dan arbuskula, pada akar kedua tanaman tersebut. Oleh karena itu, bunga matahari kerdil disimpulkan belum efektif sebagai inang perbanyakan JMA sehingga disarankan menggunakan spora JMA yang sudah teruji.
Kata Kunci: Jamur Mikoriza Arbuskula, bunga matahari kerdil, perbanyakan spora, mycorrhizal dependency.
Kata Kunci : Jamur Mikoriza Arbuskula, bunga matahari kerdil, perbanyakan spora, mycorrhizal dependency.