Analisis Resepsi Generasi Z terhadap Bentuk Hubungan Tanpa Status (HTS) dalam Film “Panduan Mempersiapkan Perpisahan” (2023)
Feyza Anindita Hakim, Mashita Phitaloka Fandia Purwaningtyas, S.I.P, M.A.
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Fenomena hubungan tanpa status merupakan fenomena yang semakin sering ditemukan dalam kehidupan sosial masyarakat. Fenomena hubungan tanpa status merupakan fenomena yang semakin banyak terjadi di kalangan remaja dan dewasa muda. Fenomena hubungan tanpa status ini seringkali membawa dampak negatif bagi emosional yang mengalaminya. Terdapat tayangan Indonesia yang membahas mengenai fenomena sosial hubungan tanpa status ini, yaitu film “Panduan Mempersiapkan Perpisahan” yang tayang di Netflix. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resepsi Generasi Z, yang merupakan generasi paling berdampak hubungan tanpa status, mengenai pesan hubungan tanpa status dalam film “Panduan Mempersiapkan Perpisahan”. Untuk melihat resepsi audiens tersebut, peneliti menggunakan teori analisis milik Stuart Hall yang membagi resepsi audiens ke dalam tiga posisi, yaitu dominant hegemonic position, negotiated position, dan oppositional position. Peneliti memilih enam informan yang diwawancarai berdasarkan status romansa yang sedang dijalani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika melihat penggambaran hubungan tanpa status melalui relasi Bara dan Demi, informan masuk ke dalam posisi dominant hegemonic position dan negotiated position. Seluruh informan menyetujui bahwa hubungan Bara dan Demi adalah hubungan tanpa status. Tetapi, dalam penerimaan terhadap preferred reading, setengah informan tidak menyetujui beberapa poin yang ada. Kemudian, peneliti melihat bahwa penerimaan informan dipengaruhi oleh latar belakang status romansa informan, yang kemudian memengaruhi bagaimana informan menerima ataupun menolak bentuk hubungan tanpa status dalam film “Panduan Mempersiapkan Perpisahan”.
Kata Kunci : hubungan tanpa status, analisis resepsi, generasi Z, film, kualitatif