Pengaruh perlakuan transient thermal tensioning terhadap distorsi, mikrostruktur, dan sifat-sifat mekanis sambungan las friction stir welding aluminium AA2024-T3
RICHARDUS BAGAS, Prof. Ir. Mochammad Noer Ilman, S.T., M.Sc., Ph.D. IPM., ASEAN Eng
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Paduan aluminium
AA2024-T3 dikenal luas dalam industri dirgantara karena kombinasi kekuatan
tinggi, bobot ringan, serta ketahanan korosi yang baik. Namun, material ini
memiliki keterbatasan dalam pengelasan konvensional akibat sifat mampu lasnya
yang rendah, serta rentan mengalami distorsi tinggi, kekuatan tarik yang
terbatas, dan kekerasan yang rendah setelah proses pengelasan.. Untuk mengatasi
kendala tersebut, metode Friction Stir Welding (FSW) dikembangkan guna
menyambung material ini dengan perubahan minimal terhadap sifat mekaniknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perlakuan Transient
Thermal Tensioning (TTT) terhadap distorsi, struktur mikro, dan sifat
mekanik sambungan las FSW pada paduan aluminium AA2024-T3.
Penelitian kali
ini menggunakan pelat paduan aluminium AA2024-T3 dengan dimensi panjang 300 mm,
lebar 200 mm, dan tebal 3 mm. Parameter proses FSW adalah kecepatan rotasi tool
sebesar 1500 RPM, laju pengelasan sebesar 30mm/min, sudut kemiringan tool 2,5°,
dan suhu pemanas dalam perlakuan TTT sebesar 200°C. Serangkaian pengujian
dilakukan, mencakup pengamatan struktur makro dan mikro menggunakan mikroskop
optik, pemeriksaan distorsi, pengukuran kekerasan mikro, serta uji tarik untuk
menilai karakteristik material. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perbandingan FSW tanpa perlakuan dengan TTT
menunjukkan pada daerah nugget zone (NZ) berbentuk equiaxed, tetapi
perbandingan ukuran butirran pada NZ berbeda. Perlakuan TTT membuat butiran
pada NZ lebih besar dibandingkan dengan tanpa perlakuan karena TTT memperlambat
pendinginan yang memungkinkan rekristalisasi lebih lama. Hal ini membuat kekuatan mekanis dimana kekuatan tarik
maksimum meningkat sekitar 19,86%, dari 230,1 MPa pada FSW tanpa perlakuan
menjadi 275,8 MPa pada sambungan FSW dengan perlakuan TTT. Selain itu,
penerapan TTT dapat menurunkan tingkat distorsi yang terjadi pada sambungan las
sekitar 21,4%.
AA2024-T3
aluminum alloy is widely recognized in the aerospace industry for its
combination of high strength, lightweight properties, and good corrosion
resistance. However, this material has limitations in conventional welding due
to its low weldability and is prone to high distortion, limited tensile
strength, and low hardness after the welding process. To address these
challenges, Friction Stir Welding (FSW) method was used to join this material
with minimal alteration to its mechanical properties. This study aims to
evaluate the effects of Transient Thermal Tensioning (TTT) treatment on the
distortion, microstructure, and mechanical properties of FSW joints in
AA2024-T3 aluminum alloy.
The research
utilized AA2024-T3 aluminum alloy plates with dimensions of 300 mm in length,
100 mm in width, and 3 mm in thickness. The FSW process was carried out using a
tool rotational speed of 1500 RPM, a welding speed of 30 mm/min, a tool tilt
angle of 2.5°, and a heating temperature of 200°C applied during the TTT
process.
A series of tests were conducted, including macro- and microstructural observations using an optical microscope, distortion measurements, microhardness testing, and tensile testing to assess the material’s characteristics. The results showed that both untreated and TTT-treated FSW joints exhibited equiaxed grains in the nugget zone (NZ), but with differing grain sizes. TTT treatment produced larger grains in the NZ due to slower cooling, allowing for extended recrystallization. This resulted in improved mechanical performance, with the maximum tensile strength increasing arround 19,86%, from 230.1 MPa (without TTT) to 275.8 MPa (with TTT). In addition, the application of TTT significantly reduced the distortion in the welded joints arround 21,4%.
Kata Kunci : FSW, AA2024-T3, Transient Thermal Tensioning, uji tarik, kekerasan, struktur makro dan mikro, distorsi.