Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Mangunjaya Mandiri dalam Meningkatkan Pendapatan Desa, Studi Kasus : Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi
Bryantana Rahman Medinansyah, Dr. Erda Rindrasih, S.Si., M.U.R.P
2025 | Skripsi | ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)
Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan Badan Usaha Milik Desa
(BUM Desa) Mangunjaya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di Desa
Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, data diperoleh melalui
wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan BUM Desa dilakukan melalui
perencanaan partisipatif berbasis musyawarah desa, pelaksanaan unit usaha yang
menyesuaikan kebutuhan lokal, serta evaluasi internal yang belum sepenuhnya
terstruktur. Unit usaha yang dikelola mencakup layanan PAMSIMAS, distribusi gas
LPG, pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta sistem pembayaran
elektronik (e-payment).
Faktor pendukung dalam pengembangan BUM Desa meliputi dukungan kelembagaan desa, partisipasi masyarakat, serta legitimasi hukum. Sementara itu, hambatan yang dihadapi antara lain terbatasnya kapasitas sumber daya manusia, infrastruktur pendukung yang masih lemah, dan tantangan dalam digitalisasi layanan.
This study aims to
explore the development strategy of the Village-Owned Enterprise (BUM Desa)
Mangunjaya in enhancing the Village Original Revenue (PADes) in Mangunjaya
Village, South Tambun District, Bekasi Regency. Employing a qualitative
descriptive approach with a case study method, data were collected through
in-depth interviews, participatory observation, and document analysis.
The findings
reveal that the development strategy of BUM Desa is implemented through
participatory planning rooted in village deliberations, adaptive business
execution aligned with local needs, and internal evaluation processes that
remain informal and unstructured. The business units developed include PAMSIMAS
(community-based clean water services), LPG gas distribution, land and building
tax (PBB) services, and e-payment systems.
Supporting factors include institutional legitimacy, local government endorsement, and community involvement. Meanwhile, key obstacles involve limited human resource capacity, supporting infrastructure is still weak, and challenges in digital service integration.
Kata Kunci : Strategi Pengembangan, BUM Desa, Pendapatan Asli Desa, Kelembagaan Lokal, Wilayah Peri-Urban.