Laporkan Masalah

Analisis Prioritas Pemanfaatan Aset Pemerintah Daerah: Studi Kasus pada Eks Asrama Daerah Milik Pemerintah Kota Palopo di Kabupaten Bantul

Radhwa Jilan Nabila, Nurisqi Amalia, S.Pd., M.Sc.

2025 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti

Aset eks asrama daerah milik Pemerintah Kota Palopo yang berlokasi di Banguntapan, Bantul, tidak termanfaatkan sejak tahun 2020, menimbulkan kekhawatiran terkait efisiensi dan keberlanjutan pengelolaan aset tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi fisik dan historis aset serta mengidentifikasi alternatif pemanfaatan yang paling optimal berdasarkan prioritas pengelolaan aset. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif campuran dengan metode kualitatif dan kuantitatif yang menggabungkan studi kasus dan studi komparatif atas beberapa skema pemanfaatan dan pemindahtanganan, yaitu sewa, penggunaan sebagai asrama daerah, penjualan, dan tukar guling. Hasil analisis menunjukkan bahwa alternatif pemanfaatan sebagai properti sewa memiliki kelayakan finansial tertinggi dengan nilai NPV positif sebesar Rp159.268.665, IRR 4%, BCR 1,2, dan ROI 1,59, sehingga berpotensi menghasilkan pendapatan pasif jangka panjang bagi pemilik aset. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan aset melalui skema properti sewa sebagai solusi optimal yang mengakomodasi aspek finansial dan keberlanjutan pengelolaan aset daerah.

The former regional dormitory asset owned by the Palopo City Government, located in Banguntapan, Bantul, has been unused since 2020, raising concerns regarding asset efficiency and sustainability. This study aims to evaluate the physical condition and historical background of the asset and to identify the most optimal utilization alternative based on asset management priorities. Employing a mixed-method descriptive approach combining qualitative and quantitative analyses, this research integrates case study and comparative study methods across several utilization and transfer schemes, including leasing, use as a regional dormitory, sale, and ruilslag. The results indicate that leasing the property is the most financially viable option, demonstrated by a positive Net Present Value (NPV) of IDR 159,268,665, Internal Rate of Return (IRR) of 4%, Benefit Cost Ratio (BCR) of 1.2, and Return on Investment (ROI) of 1.59, thereby offering the potential for long-term passive income for the asset owner. This study recommends asset management through the leasing scheme as an optimal solution balancing financial performance and sustainability in local government asset management.

Kata Kunci : Barang Milik Daerah, Pemanfaatan Aset, Pemindahtanganan Aset, Studi Kasus, Analisis Komparatif

  1. D4-2025-479403-abstract.pdf  
  2. D4-2025-479403-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-479403-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-479403-title.pdf