STUDI EKSPERIMENTAL KINERJA STANDING WAVE THERMOACOUSTIC REFRIGERATOR DENGAN VARIASI DRY DAN WET STACK
HUGO BEN, Dr. Indraswari Kusumaningtyas, S.T., M.Sc. ; Ir. Prastowo Murti, S.Si., M.Eng., Ph.d
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Thermoacoustic refrigerator merupakan alat pendingin berbasis teori termoakustik,
yaitu bidang studi yang mempelajari hubungan terkait gelombang suara (akustik)
dan panas (termal). Sistem pendingin termoakustik memiliki beberapa kelebihan
dibandingkan pendingin konvensional, seperti ramah lingkungan karena tidak
menggunakan ataupun menghasilkan bahan kimia CFC / HFC, tidak membutuhkan
komponen bergerak, serta memiliki desain yang lebih sederhana. Komponen speaker
pada pendingin termoakustik menghasilkan gelombang suara melewati resonator
berisi gas, yang menyebabkan gas berosilasi. Saat gas melewati komponen stack,
terjadi proses ekspansi dan kompresi yang memicu perpindahan panas, dimana
terjadi penyerapan panas di satu sisi stack dan pembuangan panas di sisi
lain. Stack merupakan komponen vital dalam sistem pendingin
termoakustik, karena tanpa stack, perpindahan panas tidak terjadi
sehingga pendinginan tidak bisa terbentuk.
Pada penelitian ini, dilakukan pembangunan
sistem pendingin termoakustik jenis standing wave dengan panjang 69,5cm,
dengan menggunakan udara sebagai working gas pada tekanan 1atm. Kemudian,
dilakukan pengujian dengan variasi frekuensi untuk mengetahui pengaruhnya
terhadap kinerja sistem, dimana hasil eksperimental tersebut dibandingkan
dengan hasil simulasi software DeltaEC berupa nilai pada kondisi ideal. Variasi
pressure amplitude juga dilakukan untuk mengetahui dampaknya terhadap
kinerja sistem pendingin. Setelahnya, dilakukan pengujian terhadap komponen stack,
dengan menggunakan stack berbahan ceramic square pore kondisi wet
untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja sistem.
Berdasarkan penelitian dari pengujian variasi
frekuensi, didapatkan bahwa fenomena resonansi terjadi pada nilai 192 Hz, karena
berhasil menghasilkan nilai ?T tertinggi sebesar 5,31 °C. Di sisi lain, dari pengujian variasi pressure
amplitude, diketahui bahwa semakin besar nilai pressure amplitude, maka
nilai ?T yang dihasilkan akan semakin besar. Terkait pengaruh penggunaan
wet stack dalam sistem pendingin termoakustik, hasil pengujian menemukan
bahwa seiring meningkatnya berat kandungan air di dalam wet stack, maka
nilai ?T akan semakin berkurang, dimana hal ini menunjukkan bahwa
penggunaan wet stack justru menurunkan performa dari sistem pendingin
termoakustik.
Kata kunci: Thermoacoustic
refrigerator standing wave¸ wet ceramic stack, pressure amplitde, frequency,
accuracy percentage, DeltaEC.
In this study, a standing wave type
thermoacoustic cooling system was constructed with a length of 69.5 cm, using
air as the working gas at a pressure of 1 atm. Experiments were conducted with
varying frequencies to investigate their influence on system performance, with
the experimental results compared to ideal condition simulations using the
DeltaEC software. Additional tests were performed by varying the pressure
amplitude to evaluate its effect on the system's cooling performance.
Furthermore, the stack component was tested using a wet ceramic square-pore
stack to assess its impact on overall system performance.
Based on the frequency variation tests,
resonance was observed at 192 Hz, yielding the highest ?T value of 5.31?°C. In
addition, the pressure amplitude tests indicated that increasing pressure
amplitude leads to a higher resulting ?T. Regarding the use of a wet stack, the
test results showed that as the mass of water content in the stack increased,
the resulting ?T decreased, indicating that the presence of moisture in the
stack reduces the overall performance of the thermoacoustic cooling system.
Keywords:
Thermoacoustic refrigerator, standing wave, wet ceramic stack, pressure
amplitude, frequency, DeltaEC.
Kata Kunci : Thermoacoustic refrigerator standing wave¸ wet ceramic stack, pressure amplitde, frequency, accuracy percentage, DeltaEC.