Pengaruh Lama Perendaman Dalam Saliva Buatan Terhadap Sifat Mekanik Elastomeric Chain Generasi I Dan Generasi II
Mona Deby Melanty, drg. Christnawati, M.Kes., Sp. Ort., Subsp. DDPK(K) ; Dr. drg. Ananto Ali A., MDsc., Sp.Ort., Subsp. DDTK(K)
2025 | Tesis-Spesialis | S2 Ortodonsia
Elastomeric chain merupakan salah satu komponen peranti ortodonti cekat yang berfungsi memberikan gaya tarik gigi secara kontinyu. Sifat mekanik (elastisitas dan kekuatan tarik) elastomeric chain dapat berubah akibat paparan lingkungan rongga mulut seperti saliva, suhu, dan waktu penggunaan, sehingga memengaruhi kestabilan gaya selama perawatan ortodonti. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh lama perendaman 0,1,7, dan 21 hari terhadap sifat mekanik elastomeric chain generasi I dan generasi II.
Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratoris in vitro menggunakan elastomeric chain warnan abu-abu tipe closed chain dari dua generasi I dan II. Masing-masing generasi terdiri dari 40 sampel yang terbagi ke dalam 4 kelompok dan direndam dalam saliva buatan selama 0,1,7, dan 21 hari. Sampel diuji menggunakan universal testing machine (UTM). Data dianalisis menggunakan Two Way Anova dan dilanjutkan uji Post Hoc.
Hasil analisis menunjukkan bahwa lama perendaman memengaruhi sifat mekanik antara kedua generasi menunjukkan perbedaan signifikan pada waktu pengamatan (p<0>
Elastomeric chain is a compenent of fixed orthodontic appliances designed to deliver continous tooth traction forces. The mechanical properties (elasticity and tensile strength) arer susceptible to changes when exposed to the oral environtment, such as saliva, temperature variations, and duration of use. These changes may influence the stability and effectiveness of orthoodntic forces during treatment. This study aimed to evaluate the effect of immersion duration (0,1,7, and 21 days) on the mechanical properties of first-generation and second generation elastomeric chain.
This research is an in vitro laboratoty experimental study using gray closed-type elastomeric chain from two generation (I and II). Each generation consisted of 40 sampels divided into 4 groups and immersed in artificial saliva for 0,1,7,and 21 days. The sampels were tested using a Universal Testing Machine (UTM). Data were analyzed using Two Way Anova and continued with Post Hoc test.
The results show that the immersion time significantly affected the mechanical properties of both generation (p<0>
Kata Kunci : Elastomeric chain generasi I, Elastomeric chain generasi II, waktu pengamatan, sifat mekanik