Laporkan Masalah

Persepsi Masyarakat Dalam Perspektif Budaya Bali Terkait Skizofrenia

Ida Ayu Mas Prabhasuari, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes; Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng.

2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan

Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya dan menjadi tantangan dalam kesehatan masyarakat. Bali tercatat sebagai provinsi dengan prevalensi skizofrenia tertinggi di Indonesia sebesar 11,1%. Masyarakat Bali memaknai skizofrenia tidak hanya dari sudut pandang medis, tetapi juga spiritual dan supranatural, sehingga menyebabkan pengobatan medis diabaikan dan digantikan dengan pengobatan non-medis. Penelitian yang mengkaji persepsi masyarakat dalam perspektif budaya Bali masih sangat terbatas.

Tujuan: Mengeksplorasi persepsi masyarakat terkait skizofrenia dan pengobatan medis dan non-medis dari perspektif budaya Bali.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan panduan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Sukawati II, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada bulan Februari-April 2025. Sepuluh partisipan meliputi pengambil keputusan dalam keluarga yang menderita skizofrenia, tetangga, dan tokoh masyarakat terlibat dalam penelitian ini. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposif sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah dari Colaizzi.

Hasil: Terdapat tiga tema meliputi: 1) Skizofrenia (buduh) dalam penilaian masyarakat dilihat dari gejala yang ditunjukkan, 2) Konstruksi sosial masyarakat Bali terkait penyebab skizofrenia (buduh) dan 3) Strategi yang dipilih masyarakat dalam pengobatan skizofrenia (buduh).

Kesimpulan: Konsep dualitas sekala dan niskala Budaya Hindu Bali berkontribusi dalam cara masyarakat mempersepsikan skizofrenia. Hal ini menentukan jenis pengobatan yang dipilih untuk mengobati buduh seperti pengobatan medis, non-medis bahkan mengombinasikan pengobatan medis dan non-medis karena konsep sekala dan niskala sebagai penyebab buduh.

Background: Schizophrenia is a severe mental disorder affecting quality of life and a challenge in public health. Bali has the highest prevalence of schizophrenia in Indonesia at 11.1%. Balinese people interpret schizophrenia not only medically, but also spiritually and supernaturally, often favoring non-medical over medical treatment. Research on public perception from a Balinese cultural lens remains limited.

Objective: To explore public perceptions regarding schizophrenia, medical and non- medical treatment from a Balinese cultural perspective.

Method: This study is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. Data collection used a semi-structured interview guide. This study was conducted in the working area of the Sukawati II Health Center, Singapadu Tengah Village, Sukawati District, Gianyar Regency in February-April 2025. Ten participants included decision makers in families with schizophrenia, neighbors, and community leaders involved in this study. The selection of participants by purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data analysis was using Colaizzi's steps.

Results: There are three themes including: 1) Schizophrenia (buduh) in the assessment of society seen from visible symptoms, 2) Balinese social construction of the causes of schizophrenia (buduh) and 3) Strategies chosen in the treatment of schizophrenia (buduh) society.

Conclusion: The concept of the duality of sekala and niskala Hinduism Balinese culture contributes to the way society perceives schizophrenia. Society tries various efforts to treat buduh such as medical treatment, non-medical and even combining medical and non-medical treatments because the concept of sekala and niskala as the cause of buduh.

Kata Kunci : Budaya bali, persepsi, perspektif, skizofrenia

  1. S2-2025-513199-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513199-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513199-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513199-title.pdf