Penerapan Transformer Earthquake Alerting Model (TEAM) dan TEAM-Location and Magnitude untuk Peringatan Dini Gempa Bumi di Sumatra Barat
Sigit Eko Kurniawan, Dr. Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Sc.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Fisika
Sumatra Barat merupakan wilayah dengan
aktivitas seismik tinggi yang rentan terhadap dampak gempa bumi. Untuk memitigasi
risiko gempa, dilakukan penelitian dengan mengimplementasikan Transformer
Earthquake Alerting Model (TEAM) dan TEAM-Location and Magnitude
(TEAM-LM) yang merupakan model deep learning untuk peringatan dini gempa
bumi. Model dilatih ulang menggunakan data gempa dari jaringan BMKG dan
dilakukan joint training dan transfer learning dari dataset gempa
Jepang.
Hasil penelitian menunjukkan TEAM dan TEAM-LM dapat
memberikan estimasi parameter gempa secara progresif sejak 0,5 detik setelah
kedatangan gelombang P. Hasil estimasi magnitudo mencapai performa terbaik pada
detik ke-10, dengan galat MAE 0,14 dan RMSE 0,18. Estimasi lokasi mengalami
peningkatan signifikan setelah 22 detik dengan RMSE hiposenter mencapai 60,19
km. Prediksi percepatan puncak tanah (PGA) menunjukkan akurasi tertinggi pada
detik ke-39 dengan nilai R² 0,58, MAE 0,49, dan RMSE 0,69. Estimasi magnitudo
dan PGA cukup andal untuk gempa dengan magnitudo kecil dan intensitas rendah
(1–5% g), namun performa menurun untuk gempa besar dengan PGA tinggi (10–20% g).
Hal tersebut ditandai keterbatasan dalam menghasilkan waktu peringatan sebelum
ambang batas PGA tercapai.
Secara keseluruhan model TEAM dan TEAM-LM menunjukkan keunggulan
signifikan dalam kecepatan proses dibandingkan sistem operasional InaTEWS BMKG.
Model mampu melakukan estimasi awal sejak 0,5 detik dan mencapai frekuensi
pemrosesan maksimum pada 20–40 detik. Waktu proses ini tidak mencakup latensi
sistem secara penuh, namun tetap menunjukkan efisiensi dibandingkan waktu
keluaran katalog operasional InaTEWS yang umumnya berada pada rentang 60–120
detik. Pendekatan ini menunjukkan potensi untuk pengembangan EEW di wilayah
rawan gempa seperti Sumatra Barat.
West Sumatra is a region with high seismic
activity and is vulnerable to the impacts of earthquakes. To mitigate
earthquake risk, this study implements the Transformer Earthquake Alerting
Model (TEAM) and TEAM-Location and Magnitude (TEAM-LM), which are deep
learning-based models for earthquake early warning (EEW). The models were
retrained using earthquake data from the BMKG network, with joint training and
transfer learning from a Japanese earthquake dataset.
The results show that TEAM and TEAM-LM can
provide progressive estimates of earthquake parameters starting from 0.5
seconds after the arrival of the P-wave. Magnitude estimation achieved its best
performance at 10 seconds, with a mean absolute error (MAE) of 0.14 and root
mean square error (RMSE) of 0.18. Location estimation improved significantly
after 22 seconds, reaching a hypocenter RMSE of 60.19 km. Peak ground
acceleration (PGA) prediction reached its highest accuracy at 39 seconds, with
an R² value of 0.58, MAE of 0.49, and RMSE of 0.69. Magnitude and PGA estimates
were reliable for small earthquakes and low-intensity shaking (1–5% g), but
performance declined for large events with high PGA (10–20% g), indicating
limitations in generating timely positive warnings before threshold exceedance.
Overall, the TEAM and TEAM-LM models
demonstrate a significant advantage in processing speed compared to the
operational InaTEWS BMKG system. The models are capable of providing initial
estimations as early as 0.5 seconds after the P-wave arrival and reach maximum
processing frequency between 20–40 seconds. Although this processing time does
not include the full system latency, it still indicates greater efficiency
compared to the output times of the operational InaTEWS catalog, which
generally range between 60–120 seconds. This approach shows strong potential
for the development of EEW in earthquake-prone regions such as West Sumatra.
Kata Kunci : Peringatan Dini Gempa, TEAM, TEAM-LM, Transformer, Sumatra Barat