Evaluasi Kesesuaian Lokasi Mal di Jakarta Menggunakan Spatial Multi Criteria Evaluation
Farrel Razan Yudhistira, Iwan Suharyanto, ST., M.Sc.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Pertumbuhan pusat perbelanjaan modern, khususnya mal, di Jakarta terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Namun, pembangunan mal yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak negatif seperti kemacetan, konversi lahan hijau secara tidak terkendali, dan persaingan tidak sehat antar pusat perbelanjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lokasi mal di Jakarta berdasarkan aspek spasial dan legal menggunakan metode Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE). Variabel yang digunakan meliputi dimensi kependudukan (kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan), dimensi aksesibilitas (kelas jalan, transportasi umum), dan dimensi fisik ruang (kelerengan, jarak antar mal, kebencanaan). Data dianalisis dengan pembobotan variabel dan weighted overlay kemudian divisualisasikan dalam peta kesesuaian lahan kemudian mal diklasifikasikan tipologinya menjadi empat jenis berdasarkan skor kesesuaian dan kesesuaian terhadap RDTR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65 dari 67 mal sudah terletak di lokasi yang optimal dan 76,1% mal (52 dari 67 mal) berada di lokasi yang optimal secara spasial dan sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Meskipun terdapat keterbatasan dalam analisis data, metode SMCE dapat diaplikasikan pada lokasi amatan karena data yang digunakan dapat merepresentasikan variabel pada setiap dimensi yang dianalisis dan hasil skor kesesuaian dapat divalidasi dengan banyaknya mal terletak pada skor kesesuaian yang tinggi.
The growth of modern shopping centres, particularly malls, in Jakarta continues to increase in line with economic growth and changes in people's lifestyles. However, unregulated mall development may create negative impacts such as traffic congestion, uncontrolled conversion of green spaces, and unhealthy competition among shopping centres. This study aims to evaluate the suitability of mall locations in Jakarta based on spatial and legal aspects using the Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) method. This research utilizes variables such as population density and poverty rate to represent demographic dimension, road category and public transport to represent accessibility dimension, slope, distance between malls, and disaster risk to represent physical-spatial dimension. Variable weighting and weighted overlay are used for data analysis, and subsequently visualised in a land suitability map. The result shows that 65 out of 67 malls are located in spatially optimal areas, and 76.1% of malls (52 out of 67) are located in spatially optimal areas and align with the Detailed Spatial Plan (RDTR). Despite certain limitations in data analysis, SMCE method remains applicable to the study area due to the data representability of the variables across all analyzed dimensions, with suitability scores aligning with field conditions, where the majority of malls are located in high-suitability zones.
Kata Kunci : mal, evaluasi kesesuaian lokasi, Spatial Multi Criteria Evaluation (SMCE), RDTR, Jakarta.