Laporkan Masalah

Analisis Komitmen Ekonomi Sirkular Samsung dalam Manajemen E-Waste di Kenya

Bimo Fauzan Bagaskara, Dr. Suci Lestari Yuana, S.I.P, M.I.A

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Implementasi ekonomi sirkular dalam bidang sampah elektronik (e-waste) mulai menjadi perhatian dan fokus bagi produsen teknologi seperti Samsung untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan. Penelitian ini memberikan pemahaman dalam kajian Ekonomi Politik Internasional (EPI) mengenai komitmen Samsung sebagai sebuah perusahaan multinasional terhadap manajemen e-waste dan menjelaskan bagaimana artikel ini menggunakan perspektif extended producer responsibility (EPR) dalam melihat aktor non-negara seperti Samsung untuk mengembangkan kebijakan e-waste dengan mengacu pada sebuah negara, yaitu Kenya. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis komitmen dan penerapan manajemen e-waste Samsung adalah studi kasus, dengan melihat pada inisiatif dan langkah-langkah yang dibuat oleh Samsung dalam interaksinya dengan masyarakat dan pemerintah Kenya. Kami berkesimpulan bahwa peran perusahaan multinasional ternama dan memiliki pasar yang besar dalam sebuah negara mampu mengakselerasi laju pertumbuhan ekonomi sirkular, namun membutuhkan dukungan dari pemerintah mengenai regulasi, undang-undang, dan kebijakan yang efektif dan efisien.

Implementation of a circular economy in the field of electronic waste (e-waste) is starting to become a concern and focus for technology manufacturers such as Samsung to participate in environmental conservation. This research provides an understanding in the study of International Political Economy (IPE) regarding Samsung's commitment as a multinational company to e-waste management and explains how this article uses the extended producer responsibility (EPR) perspective in looking at non-state actors such as Samsung to develop e-waste policies with reference to a country, namely Kenya. Research method used to analyze Samsung's e-waste management commitment and implementation is a case study, looking at the initiatives and steps made by Samsung in its interactions with the Kenyan community and government. We conclude that the role of a well-known multinational company with a large market in a country can accelerate the growth rate of the circular economy, but requires support from the government regarding effective and efficient regulations, laws, and policies.

Kata Kunci : EPR, e-waste, Samsung, Kenya

  1. S1-2025-480035-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480035-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480035-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480035-title.pdf