Pemanfaatan dan Kolektibilitas Pengembalian Fasilitas Dana Bergulir Tunda Tebang Oleh Kelompok Tani Hutan di Kecamatan Panggang dan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul
STEFANIE VITASYA FERIADHISTY, Slamet Riyanto, S.Hut., M.Si.
2025 | Skripsi | KEHUTANAN
Pemanfaatan dan Kolektibilitas Pengembalian Fasilitas Dana Bergulir Tunda Tebang Oleh Kelompok Tani Hutan di Kecamatan Panggang dan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul
INTISARI
Program Fasilitas Dana Bergulir (FDB) Tunda Tebang merupakan instrumen kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mendukung suistainable forest serta memberikan akses pembiayaan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola pemanfaatan dan tingkat kolektibilitas pengembalian dana FDB Tunda Tebang yang diterima debitur di Kecamatan Panggang dan Kecamatan Purwosari, serta menganalisis keterkaitan antara keduanya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 66 responden yang merupakan penerima dana FDB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan regresi logistik multinomial dengan bantuan perangkat lunak SPSS, guna mengidentifikasi pengaruh variable bebas seperti usia, tingkat pendidikan, penghasilan, jenis pekerjaan, luas lahan, serta jumlah pohon agunan terhadap pola pemanfaatan dana dan kolektibilitas pinjaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemanfaatan dana FDB Tunda Tebang oleh debitur didominasi pemanfaatan produktif (54,55%) (2) mayoritas debitur juga dapat mengembalikan pinjaman pada tingkat kolektibilitas lancar (45,45%) diikuti tingkat kolektibilitas kurang lancar (40,91%), (3) pola pemanfaatan FDB Tunda Tebang berpengaruh signifikan terhadap tingkat kolektibilitas pengembalian baik pada debitur dengan skema pengelolaan Hutan Kemasyarakatan maupun Hutan Rakyat.
UTILIZATION AND REPAYMENT COLLECTIBILITY OF TREE COLLETERAL CREDIT BY FOREST FARMER GROUPS IN PANGGANG AND PURWOSARI SUB-DISTRICTS, GUNUNGKIDUL DISTRICT
ABSTRACT
Colleteral Fund Facility (FDB) Tunda Tebang program is a government policy instrument aimed at supporting sustainable forest management while providing financial access to communities surrounding forest areas. The objective of this study is to examine the utilization patterns and loan repayment collectibility levels of the FDB Tunda Tebang funds received by debtors in Panggang and Purwosari Sub-districts, as well as to analyze the relationship between the two aspects.
This study employs a quantitative approach using a survey method involving 66 respondents who are FDB fund recipients. Data collection techniques include interviews, field observations, and document studies. Data analysis was conducted descriptively and through multinomial logistic regression using SPSS software, in order to identify the influence of independent variables such as age, education level, income, occupation, land area, and number of collateral trees on fund utilization patterns and loan collectibility.
The results of the study show that: (1) the utilization of FDB Tunda Tebang funds by debtors is dominated by productive use (54.55%); (2) the majority of debtors are also able to repay the loan at a "current" or timely collectibility level (45.45%), followed by "substandard" or slightly delayed repayment (40.91%); and (3) the pattern of FDB Tunda Tebang fund utilization has a significant effect on the level of repayment collectibility, both for debtors under the Community Forest (HKm) scheme and the Private Forest (HR) scheme.
Kata Kunci : tingkat kolektibilitas, fasilitas dana bergulir, pola pemanfaatan