PERANCANGAN PEMANAS AIR TENAGA SURYA DENGAN PENAMBAHAN PCM RT52 DAN PENGUJIAN PADA VARIASI HEAT FLUX DAN LAJU ALIRAN MASSA
Raichal Fortuna Putra Lesmana, Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng.
2025 | Skripsi | TEKNIK MESIN
Penggunaan energi fosil yang
dominan di Indonesia telah memicu berbagai permasalahan, seperti peningkatan
emisi gas rumah kaca dan krisis ketahanan energi. Salah satu solusi yang terus
dikembangkan adalah pemanfaatan energi matahari, khususnya melalui sistem
Pemanas Air Tenaga Surya (PATS). Untuk mengatasi keterbatasan penyimpanan
energi termal pada malam hari atau saat cuaca mendung, Penelitian ini
mengintegrasikan Phase Change Material (PCM) berbasis RT 52 ke
dalam sistem PATS tipe aktif. PCM digunakan untuk meningkatkan kapasitas
penyimpanan energi termal melalui mekanisme perpindahan kalor laten.
Penelitian ini bertujuan untuk
merancang sistem PATS-PCM tipe aktif dan memprediksi performa termal sistem
saat kondisi pengisian penuh dengan variasi heat flux dan laju aliran.
Sistem dirancang menggunakan metode makroenkapsulasi PCM berbentuk silinder
yang diletakkan di dalam tangki penyimpanan, sementara proses transfer panas
berlangsung secara tidak langsung melalui coil heat exchanger. Desain
dan analisis dilakukan berdasarkan pendekatan termodinamika dan perpindahan
panas, dengan mempertimbangkan karakteristik PCM seperti konduktivitas termal,
kalor laten, dan titik leleh. Eksperimen dan perhitungan dilakukan dalam
kondisi tunak dan ideal dengan variasi laju aliran massa 1-3 LPM dan heatflux
800 W/m2, 1000 W/m2, dan 1200 W/m2 dengan berbagai
asumsi teknis yang disesuaikan.
Hasil dari penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan RT52 sebagai PCM mampu meningkatkan
densitas penyimpanan energi, memperpanjang waktu ketersediaan air panas, serta
menurunkan fluktuasi suhu dalam sistem. Efisiensi kolektor surya yang diperoleh
dari hasil perhitungan mencapai 26,3%, sedangkan laju penyerapan energi total
mencapai 1270,72 W. Berdasarkan jumlah tersebut, sebanyak 399,8 W dimanfaatkan
untuk menaikkan suhu air hingga mencapai 78,91ºC. Integrasi PCM memberikan
dampak positif dalam efisiensi termal, sistem dengan laju aliran massa 3 LPM
menunjukkan efisiensi pelelehan PCM paling optimal, dengan durasi waktu 257
menit. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan untuk pengembangan
teknologi energi terbarukan berbasis termal di masa depan, serta memberikan
referensi bagi desain dan implementasi sistem PATS yang lebih efisien dan
berkelanjutan.
The
dominant use of fossil energy in Indonesia has triggered various issues,
including increased greenhouse gas emissions and an energy security crisis. One
potential solution is the utilization of solar energy, particularly through
Solar Water Heater (SWH) systems. In order to reduce the limitations of thermal
energy storage during nighttime or cloudy weather conditions, this study
integrates Phase Change Material (PCM) based on RT 52 into an active-type SWH
system. PCM is employed to enhance thermal energy storage capacity by utilizing
latent heat transfer mechanisms.
This
research aims to design an active-type SWH-PCM system and to predict its
thermal performance under fully-charged conditions with variations in heat flux
and flow rate. The system is designed useing a macro-encapsulation method, with
cylindrical PCM containers placed inside the storage tank. Heat transfer occurs
indirectly through a coil heat exchanger. The design and analysis are based on thermodynamic
and heat transfer principles, with consideration of the thermal properties of
the PCM, including thermal conductivity, latent heat, and melting point. Calculations
and experiments were conducted under steady-state and ideal condition with flow
rate variations of 1-3 LPM and heat flux levels of 800 W/m2, 1000
W/m2, dan 1200 W/m2 , adjusted to technical assumptions.
The
result indicate that using RT 52 as a PCM improves energy storage density,
extends hot water availability, and reduces temperature fluctuations within the
system. The solar collector efficiency obtained from the calculations reached 26,3%
while total energy absorption rate reached 1270,72 W. From this amount, 399,8 W
was effectively used to increase the water temperature to 78,91ºC. The
integration of PCM contributes positively to the thermal efficiency of the SWH
system, with the system at a mass flow rate of 3 LPM showing the highest
melting efficiency of PCM, with an optimal heat transfer duration of 257
minutes. This research is expected to serve as foundation for
future-development of thermal-based renewable energy technologies and as a
reference for more efficient and sustainable SWH system designs.
Kata Kunci : Pemanas Air Tenaga Surya (PATS), Phase Change Material (PCM), Penyimpanan Energi Termal, Perancangan, Variasi Heat Flux, Variasi Laju Aliran Massa. ?