Official Development Assistance (ODA) Jepang ke Afghanistan: Kebijakan dan Implementasi Bantuan Rekonstruksi Pasca Konflik Kemanusiaan 2001
Nurul Fhaza, Dra. Siti Daulah Khoiriati, M.A.
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Skripsi ini membahas tentang hubungan kerjasama politik antara Jepang dan Afghanistan terkait kebijakan pemberian official development assistance (ODA) oleh Jepang kepada Afghanistan dalam proses rekonstruksi pasca konflik kemanusiaan setelah military engagement yang dilakukan Amerika Serikat ke Afghanistan pada 2001. Menggunakan konsep liberal peacebuilding oleh Roland Paris, skripsi ini menganalisis bagaimana Jepang menerapkan bantuan luar negerinya dalam proses rekonstruksi pasca konflik di Afghanistan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah desk study melalui penelusuran referensi yang relevan dengan topik yang dibahas. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa implementasi bantuan rekonstruksi pascakonflik yang diberikan oleh Jepang kepada Afghanistan menunjukkan kecenderungan kuat terhadap pendekatan institusionalisasi. Alih-alih hanya fokus pada liberalisasi politik dan ekonomi yang instant, Jepang menitikberatkan pada pembangunan kapasitas institusi negara sebagai pondasi utama bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Dalam melakukan penguatan kapasitas institusi negara, Jepang kemudian fokus mengimplementasikan bantuan kepada dua aspek yakni membangun pemerintahan yang demokratis dan pembangunan ekonomi yang berusaha membangun prasyarat kelembagaan yang kokoh
The study discusses the political cooperation between Japan and Afghanistan regarding Japan's official development assistance (ODA) policy to Afghanistan in the post-conflict reconstruction process following the United States' military engagement in Afghanistan in 2001. Using Roland Paris' concept of liberal peacebuilding, this thesis analyses how Japan implements its foreign aid in the post-conflict reconstruction process in Afghanistan. The data collection method used in this research is a desk study through a review of references relevant to the topic discussed. The research found that the implementation of post-conflict reconstruction assistance provided by Japan to Afghanistan shows a strong tendency towards an institutionalisation approach. Instead of focusing solely on instant political and economic liberalisation, Japan emphasised the development of state institutional capacity as the main foundation for creating sustainable peace. In strengthening state institutional capacity, Japan then focused on implementing aid in two aspects, namely building a democratic government and economic development that sought to establish solid institutional prerequisites.
Kata Kunci : Jepang, Official Development Assistance (ODA), Bantuan Rekonstruksi Pasca Konflik, Liberal Peacebuilding, Afghanistan.