Laporkan Masalah

Menyoal Aspek Keberlanjutan (Sustainability) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata (Studi Sosiologi tentang KKN-PPM UGM)

Berlin Syahputra Situmorang, Dr. Arie Sujito, S.sos., M.Si

2025 | Skripsi | Sosiologi

Penelitian ini mengungkapkan bagaimana keberlanjutan program KKN-PPM UGM diinterpretasikan dan dilaksanakan oleh berbagai aktor di lapangan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengkaji 15 narasumber yang terdiri dari pengurus DPkM (Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat), DPL (Dosen Pembimbing Lapangan), mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat. Teori strukturasi Giddens digunakan untuk membedah dinamika timbal balik antara agen dan struktur dalam proses reproduksi program. Hasil penelitian menunjukkan keberlanjutan menghadapi ragam pemaknaan oleh para agen terhadap struktur formal yang sama. Temuan kunci mengungkap bahwa disparitas pemahaman antar–aktor dan ketiadaan evaluasi yang komprehensif telah menyebabkan implementasi program yang tidak efektif. Kondisi ini mengakibatkan program terus direplikasi dengan tantangan teknis yang sama, sementara tujuan substansi keberlanjutan cenderung terabaikan. Pada akhirnya pola konsekuensi yang tidak diharapkan terus berulang di setiap periode pelaksanaan. Penelitian ini memperlihatkan bagaimana rekonstruksi fundamental melalui redefinisi keberlanjutan dapat menjadi pintu awal penguatan evaluasi komprehensif untuk pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

This study analyzes how the sustainability of UGM's student community services program (Kuliah Kerja Nyata) is interpreted and implemented by various related actors. Using a case-study approach, the research interviewed 15 people including DPkM staff (campus), field supervisors (lecturer), students, local government, and community members. Giddens' structuration theory is used to examine the reciprocal dynamics between agents and structures in the program reproduction process. The findings show that people interpret sustainability differently toward the same formal structure. Key findings reveal that disparities in understanding between actors combined with a lack of proper evaluation cause ineffective programs to to be continuously replicated with the same technical problems. This results in unwanted consequence patterns that repeatedly occur in each implementation period, consequently causing the achievement of substantive sustainability goals to remain unachieved and neglected. The study suggests that making fundamental changes by redefining sustainability can serve as a means to improve evaluation methods and enhance community empowerment.

Kata Kunci : keberlanjutan, berkelanjutan, KKN, strukturasi, pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, education for sustainable development, sustainable development goals

  1. S1-2025-473772-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473772-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473772-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473772-title.pdf