Laporkan Masalah

Pola Makan Serak Jawa Tyto alba (Scopoli,1769) Pada Lahan Pertanian Di Dusun Cancangan, Wukirsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Desak Gede Mayumi Riandini Dwija, Susilohadi, S.Si., M.Si. Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Biologi

Tyto alba memiliki peran sebagai predator puncak yang menyebabkan kehadirannya penting pada sebuah ekosistem, khususnya dalam pengendalian hama seperti hewan pengerat di lahan pertanian. T. alba memiliki perilaku makan yang khas, yaitu mampu menelan mangsanya secara utuh dan memuntahkan gumpalan padat yang berisi sisa-sisa tubuh mangsa yang tidak dapat dicerna, seperti tulang, bulu, atau rambut setelah 6-7 jam. Dusun Cancangan memiliki kondisi pertanian yang menghadapi tekanan serius dari serangan hama tikus. Namun, meskipun keberadaan T. alba sudah di perkenalkan, studi yang mendalam mengenai pola makan burung ini di lahan pertanian khususnya Dusun Cancangan masih sangat terbatas. Dengan adanya keterbatasan pemahaman mengenai pola makan T. alba di Dusun Cancangan, maka penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dan biomassa mangsa, serta menganalisis relung makan T. alba di lahan pertanian, Dusun Cancangan, Sleman. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024. Lokasi penelitian berada di Pusat Studi dan Konservasi Burung Hantu T. alba di Dusun Cancangan, Wukirsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada Barn Owl Survey Methodology dan pelet diiidentifikasi menggunakan teknik kering. Pengukuran biomassa mangsa dilakukan dengan mengukur mandibula dengan menggunakan persamaan regresi. Pengamatan aktivitas T. alba ini dilakukan dengan menggunakan kamera trap infrared dengan menggunakan metode scan sampling. Hasil penelitian menunjukan komposisi mangsa T. alba didominasi oleh mamalia kecil. Biomassa mangsa didominasi oleh R. argentiventer, sedangkan mangsa lain memberikan kontribusi yang kecil. Nilai FNB T. alba yang rendah pada lokasi ini menggambarkan bahwa T. alba di lokasi ini cenderung bersifat spesialis.

Tyto alba has a role as a top predator that makes its presence important in an ecosystem, especially in controlling pests such as rodents in agricultural land. T. alba has a distinctive feeding behaviour, which is able to swallow its prey whole and vomit solid lumps containing the remains of the prey's body that cannot be digested, such as bones, feathers, or hair, after 6-7 hours. Dusun Cancangan has agricultural conditions that face serious pressure from rat pest attacks. However, although the presence of T. alba has been introduced, in-depth studies of the diet of this bird in agricultural land, especially in Dusun Cancangan, are still very limited. With the limited understanding of the T. alba diet in Dusun Cancangan, this study aims to study composition and biomass of prey, as well as analyze the T. alba's FNB in agricultural land, Dusun Cancangan, Sleman. This research was conducted from September to November 2024. The research location in at Pusat Studi dan Konservasi T. alba in Dusun Cancangan, Wukirsari, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. The method use in this study refers to Barn Owl Survey Methodology, and pellets were identified using dry techniques. Measurement of prey biomass was carried out by measuring the mandible using a regression equation. Observation of T. alba activity was carried out using infrared camera trap and the scan sampling method. The results showed that the composition of T. alba prey was dominated by small mammals. Prey biomass was dominated by R. argentiventer, while other prey contributed little. The low FNB value of T. alba at this location illustrates that T. alba at this location tends to be a specialist.

Kata Kunci : Pertanian, tengkorak, tikus, pellet, perilaku makan/ Agricultural, skull, rat, pellet, feeding behaviour.

  1. S2-2025-508786-abstract.pdf  
  2. S2-2025-508786-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-508786-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-508786-title.pdf