PENYIMPANGAN PENULISAN BAHASA JAWA DI DALAM MAJALAH DJAKA LODANG RUBRIK SEMARANGAN EDISI 2023
Arum Anggraeni, Prof. Dr. Hendrokumoro, M.Hum
2025 | Skripsi | SASTRA NUSANTARA
Majalah Djaka Lodang merupakan majalah berbahasa Jawa yang rutin
diterbitkan setiap minggunya. Berbagai informasi dimuat di dalam majalah
Djaka Lodang, mulai dari berita yang aktual terjadi, Sejarah-sejarah menarik
yang ada di Indonesia, cerita pendek, hingga cerita horor atau yang kerap dikenal
rubrik Jagading Lelembut. Cerita pendek yang disajikan sangat beragam, ada
cerita pendek berbahasa Jawa dialek Banyumas (Banyumasan) dan cerita pendek
yang menggunakan bahasa Jawa dialek Semarang (Semarangan).
Penyimpangan bahasa Jawa yang terdapat pada majalah Djaka Lodang,
khususnya dalam cerita pendek rubrik Semarangan, diteliti dalam penelitian ini.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode studi pustaka terhadap majalah
Djaka Lodang yang tersedia pada platform FLIPHTML5 untuk terbitan tahun
2023. Kemudian metode analisis penelitian ini menggunakan metode agih serta
bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan banyak
penyimpangan penulisan bahasa Jawa, meliputi dalam penulisan secara
fonologi, penulisan secara morfologi yang mencakup prefiks dan sufiks;
penulisan secara sintaksis yaitu preposisi, hingga penulisan dari segi leksikon.
Dari kasus penyimpangan bahasa Jawa yang ditemukan kemudian dicari
faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan bahasa Jawa menggunakan teori
sosiolinguistik. Faktor penyebabnya antara lain indentitas sosial dari penutur;
variasi atau ragam bahasa berupa dialek yang digunakan oleh penutur.
Kata kunci : Penyimpangan fonologi, penyimpangan morfologi,
penyimpangan sintaksis, penyimpangan leksikon, sosiolinguistik.
Majalah Djaka Lodang merupakan majalah berbahasa Jawa yang rutin
diterbitkan setiap minggunya. Berbagai informasi dimuat di dalam majalah
Djaka Lodang, mulai dari berita yang aktual terjadi, Sejarah-sejarah menarik
yang ada di Indonesia, cerita pendek, hingga cerita horor atau yang kerap dikenal
rubrik Jagading Lelembut. Cerita pendek yang disajikan sangat beragam, ada
cerita pendek berbahasa Jawa dialek Banyumas (Banyumasan) dan cerita pendek
yang menggunakan bahasa Jawa dialek Semarang (Semarangan).
Penyimpangan bahasa Jawa yang terdapat pada majalah Djaka Lodang,
khususnya dalam cerita pendek rubrik Semarangan, diteliti dalam penelitian ini.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode studi pustaka terhadap majalah
Djaka Lodang yang tersedia pada platform FLIPHTML5 untuk terbitan tahun
2023. Kemudian metode analisis penelitian ini menggunakan metode agih serta
bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan banyak
penyimpangan penulisan bahasa Jawa, meliputi dalam penulisan secara
fonologi, penulisan secara morfologi yang mencakup prefiks dan sufiks;
penulisan secara sintaksis yaitu preposisi, hingga penulisan dari segi leksikon.
Dari kasus penyimpangan bahasa Jawa yang ditemukan kemudian dicari
faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan bahasa Jawa menggunakan teori
sosiolinguistik. Faktor penyebabnya antara lain indentitas sosial dari penutur;
variasi atau ragam bahasa berupa dialek yang digunakan oleh penutur.
Djaka Lodang magazine is a Javanese-language publication issued weekly.
It features a variety of content, ranging from current news, fascinating historical
accounts from Indonesia, short stories, to horror stories commonly known as the
Jagading Lelembut column. The short stories presented are highly diverse,
including those written in the Banyumas dialect (Banyumasan) and the
Semarang dialect (Semarangan).
This study examines deviations in the use of the Javanese language found
in the Djaka Lodang magazine, specifically in the short stories of the
Semarangan column. Data collection was conducted by reviewing the 2023
editions of Djaka Lodang available on the FLIPHTML5 platform. The research
analysis employed the distributional method and the direct constituent analysis
technique (BUL). The findings reveal numerous deviations in Javanese language
writing, encompassing phonology, morphology including prefixes and suffixes,
syntax specifically prepositions, and lexicon.
The identified cases of Javanese language deviations were analyzed to
determine the contributing factors using sociolinguistic theory. These factors
include the social identity of the speaker and the variations or registers of
language, particularly the dialects used by the speakers.
Kata Kunci : Kata kunci : Penyimpangan fonologi, penyimpangan morfologi, penyimpangan sintaksis, penyimpangan leksikon, sosiolinguistik.