Laporkan Masalah

Evaluasi medan terhadap kerusakan jalur jalan antara Banjarmangu-Karangkobar kabupaten Banjarnegara

Kun Dharmawan Hidayatullah, Dr. Sutikno

1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Prasarana jalan mempunyai peranan penting dan menentukan bagi berhasilnya pembangunan daerah di segala bidang. Dengan tersedianya jalan yang memadai maka kelancaran lalulintas baik untuk kegiatan sosial, ekonomi, budaya maupun pertahanan keamanan akan mudah sampai dan merata ke segenap lapisan masyarakat. Jalur jalan antara Banjarmangu-Karangkobar banyak mengalami kerusakan antara lain retak, bergelombang dan lengsor. Kerusakan ini bisa disebabkan oleh konstruksinya maupun kondisi alamnya. Kerusakan jalan karena kondisi alamnya dapat didekati dengan geomorfologi, caranya dengan evaluasi medan. Penelitian ini mempunyai dua tujuan, tujuan pertama adalah mengidentifikasi dan mengklasifikasi satuan-satuan medan serta mengetahui keterlintasan medan di daerah penelitian, sedangkan tujuan kedua adalah menganalisis karakteristik medan yang berpengaruh terhadap kerusakan jalan di daerah penelitian. Evaluasi medan tersebut meliputi analisis medan, klasifikasi medan dan penilaian medan. Kerangka dasar yang digunakan adalah membandingkan persyaratan yang diperlukan untuk pembuatan jalan raya dengan sifat dan karakteristik medannya. Sifat dar? karakteristik medan yang diteliti adalah kondisi relief, batuan/geologi, tanah, proses geomorfologi, hidrologi dan penggunaan lahan. Satuan perwilayahannya adalah satuan medan yang batas-batasnya didelineasi melalui interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1:50 000. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif observasional yaitu mengadakan pengamatan gejala dan fakta guna memperoleh data sebagai landasan dalam pemerian sesuai dengan tujuan. Kerja lapangan dilakukan di daerah sampel yang ditentukan berdasarkan metode pengambilan sampel berstrata dengan pertimbangan (stratified purposive sampling), strata yang digunakan adalah satuan medan dan pertimbangannya dengan memperhatikan jenis dan tingkat kerusakan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan dari 8 kelompok satuan medan yang diperinci lagi menjadi 14 satuan medan terdapat 2 klas keterlintasan yaitu klas 2 (baik) dan klas 3 (sedang). Kerusakan jalan retak terdapat pada kelompok satuan perbukitan berbatuan breksi andesit tertoreh sedang (D1), perbukitan beratuan breksi andesit dan batupasir tuffan tertoreh sedang (D2), Gunungapi tua tertoreh sedang (V1), struktur depresi tertoreh sedang (S2), struktur depresi tertoreh kuat (53), dan perbukitan berbatuan kiastik Gunungapi tertoreh sedang (D5). Kerusakan jalan bergelombang terletak kelompok satuan medan perbukitan berbatuan breksi andesit tertoren sedang (D1), perbukitan berbatuan batuan breksi andesit dan batupasir tuffan tertoreh sedang (D2), dan perbukitan berbatuan batulempung, napal dan batupasir tertoreh kuat (D4). Kerusakan jalan longsor terdapat pada tanah isian dikelompok satuan medan perbukitan berbatuan batulempung, napal dan batupasir teroreh kuat (D4). Faktor yang berpengaruh pada kerusakan jalan meliputi relief, batuan/geologi, tanah, proses geomorfologi, hidrologi dan penggunaan lahan. Dari kelima faktor penyebab kerusakan tersebut, tanah merupakan faktor kerusakan jalan yang ada disetiap satuan medan termasuk golongan tanah A-7-5.

-

Kata Kunci : Kerusakan jalan,Jalan raya,Evaluasi medan,Banjarnegara,Jawa Tengah

  1. S1-1990-2522-Abstract.pdf  
  2. S1-1990-2522-Blibliography.pdf  
  3. S1-1990-2522-TableofContent.pdf  
  4. S1-1990-2522-Title.pdf