Laporkan Masalah

STRATEGI PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI HUTAN DALAM PEMANFAATAN BLOK TRADISIONAL DI TAMAN HUTAN RAYA BUNDER, YOGYAKARTA

Fathur Khoirul Arifin, Ir. Wahyu Tri Widayanti, S.Hut., M.P., IPU.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Analisis kelembagaan digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengembangan kelembagaan pada pengelolaan hutan konservasi. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi karakteristik kelembagaan KTH dalam pengelolaan blok tradisional di Tahura Bunder; 2) mengidentifikasi hubungan dan interaksi antar lembaga yang terlibat dalam pengelolaan blok tradisional di Tahura Bunder ; dan 3) merumuskan strategi pengembangan kelembagaan KTH dalam pengelolaan blok tradisional di Tahura Bunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam terhadap fenomena kelembagaan di lapangan. Key Informan berasal dari penyuluh Balai Tahura Bunder. Informan selanjutnya dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan focus group discussions (FGD) untuk memastikan validitas data. Untuk mengidentifikasi karakteristik kelembagaan KTH dan menganalisis relasi antar lembaga, digunakan model analisis Miles dan Huberman; sedangkan analisis SWOT diterapkan untuk merumuskan strategi pengembangan kelembagaan KTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KTH dibentuk sebagai mitra utama melalui musyawarah dengan pendampingan aktif Balai Tahura Bunder. Karakteristik kelembagaan menunjukkan variasi pada aspek keorganisasian, kepemimpinan, kapasitas, manajemen konflik, dan kegiatan, dengan kelemahan umum berupa belum optimalnya aturan kelembagaan dan belum adanya sistem regenerasi kepengurusan yang berjalan efektif. Hubungan antara KTH dan Balai Tahura bersifat sinergis, dengan dukungan teknis yang berkelanjutan, adapun kehadiran BPDAS Serayu Opak Progo turut mendukung penguatan kapasitas melalui kegiatan RHL. Strategi yang dirumuskan meliputi penyusunan AD/ART, penguatan peran dan partisipasi KTH, pengoptimalan peran tokoh pionir, membangun forum lintas-KTH, kaderisasi kepengurusan, dan dokumentasi kegiatan kelembagaan untuk memperkuat pengelolaan blok tradisional secara adaptif.

Institutional analysis serves as a foundation for developing strategies in the management of conservation forests. This study aims to: 1) identify the institutional characteristics of Forest Farmer Groups (KTH) in managing traditional use zones in Tahura Bunder; 2) identify the relationships and interactions among institutions involved in this management; and 3) formulate institutional development strategies for KTH. A qualitative approach was applied using a case study method to gain a deep understanding of institutional dynamics. Key informants were extension officers from Balai Tahura Bunder, followed by others selected through snowball sampling. Data collection involved observation, in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), and document study. To identify KTH and analyze inter institutional relations, the Miles and Huberman analysis model was used; while SWOT analysis was applied to formulate strategies for developing KTH institutional capacity. The results show that KTH was formed as a key local partner through deliberative processes with active facilitation from Balai Tahura Bunder. Institutional characteristics varied across organization, leadership, capacity, conflict management, and group activities. Common weaknesses included the lack of formal rules (such as AD/ART) and the absence of a clear leadership regeneration system. The relationship between KTH and Balai Tahura is synergistic, supported by consistent technical assistance. BPDAS Serayu Opak Progo also plays a role in strengthening capacity through RHL programs. The resulting strategies include the formulation of AD/ART, strengthening member roles and participation, optimizing the role of pioneer figures, establishing cross-group forums, planning regeneration mechanisms, and documenting activities to support adaptive and sustainable forest management.

Kata Kunci : analisis kelembagaan, hubungan antar lembaga, kawasan konservasi, partisipasi masyarakat, pengelolaan kolaboratif

  1. S1-2025-483036-abstract.pdf  
  2. S1-2025-483036-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-483036-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-483036-title.pdf