Hubungan Pengetahuan Menstrual Hygiene dengan Kejadian Infeksi Saluran Kemih pada Remaja Perempuan
Rindiana Putri Permatasari, Khudazi Aulawi, S.Kp., M.Kes., MN.Sc., Ph.D.; Dr. Wenny Artanty Nisman, S.Kep., Ns., M.Kes.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Remaja perempuan memiliki risiko tinggi terhadap infeksi saluran kemih (ISK), terutama jika kebersihan organ genital tidak terjaga dengan baik. Menstrual hygiene merupakan aspek penting dalam mencegah ISK, khususnya pada santri yang tinggal di lingkungan asrama seperti Pondok LKSA.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan menstrual hygiene dan kejadian ISK, serta menganalisis hubungan keduanya pada remaja perempuan di Pondok LKSA Kabupaten Klaten.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 santri perempuan yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan urinalisis dengan dipstick test. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai menstrual hygiene (72,7%). Di sisi lain, 14,5% menunjukkan hasil ISK positif. Analisis uji korelasi antara pengetahuan menstrual hygiene dengan kejadian infeksi saluran kemih menggunakan uji Spearman menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,925 (p > 0,05).
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan menstrual hygiene dengankejadian infeksi saluran kemih pada remaja perempuan.
Background: Adolescent girls are at high risk for urinary tract infections (UTIs), especially if genital hygiene is not properly maintained. Menstrual hygiene is an important aspect in preventing UTIs, particularly among female students living in dormitory environments such as Pondok LKSA.
Objective: To describe the level of knowledge regarding menstrual hygiene and the incidence of UTIs, as well as to analyze the relationship between the two among adolescent girls at Pondok LKSA in Klaten Regency.
Methods: This research was a quantitative study using a cross-sectional approach. The sample consisted of 55 female students selected through total sampling technique. The research instruments included a questionnaire and urinalysis using a dipstick test. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Spearman test.
Results: The majority of respondents had a good level of knowledge about menstrual hygiene (72,7%). On the other hand, 14,5% showed positive UTI results. The correlation analysis between menstrual hygiene knowledge and the incidence of urinary tract infections using the Spearman test showed a significance value of 0.925 (p > 0.05).
Conclusion: There is no significant relationship between knowledge of menstrual hygiene and the incidence of urinary tract infections among adolescent girls.
Kata Kunci : infeksi saluran kemih, pengetahuan, menstrual hygiene, pondok pesantren, remaja