Laporkan Masalah

Analisis Efisiensi Bank Umum Konvensional di Indonesia Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA)

Angellina Vanessa Meylani, Saiqa Ilham Akbar BS., S.E., M.Sc

2025 | Tugas Akhir | D4 PERBANKAN

Penilaian efisiensi teknis bank merupakan salah satu pendekatan dalam mengevaluasi kinerja perbankan berdasarkan kemampuan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk menghasilkan output yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis bank umum konvensional di Indonesia berdasarkan klasifikasi aset selama periode 2020 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan input-oriented dan asumsi Variable Return to Scale (VRS). Input yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dana Pihak Ketiga (DPK) dan rasio BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional), sedangkan output yang digunakan adalah Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank dengan aset besar memiliki rata-rata efisiensi teknis tertinggi sebesar 0,9229, disusul oleh bank menengah sebesar 0,8772 dan bank kecil sebesar 0,8504. Sebagian bank menunjukkan tingkat efisiensi sebesar 100% pada tahun-tahun tertentu, menandakan kemampuan dalam memanfaatkan input secara optimal. Namun demikian, efisiensi tidak sepenuhnya berkorelasi dengan ukuran aset, karena terdapat beberapa bank kecil yang memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dibandingkan bank menengah. Ketidakefisienan umumnya disebabkan oleh tingginya nilai BOPO dan pemanfaatan DPK yang belum optimal. Temuan ini memberikan implikasi bagi manajemen bank, terutama bank kecil dan menengah, untuk melakukan evaluasi terhadap struktur biaya serta mengadopsi strategi digitalisasi guna meningkatkan efisiensi operasional.

Kata kunci: efisiensi teknis, bank umum, DEA, BOPO, ROA, ROE.

The assessment of bank technical efficiency is one approach to evaluating banking performance based on the ability to manage resources to produce optimal output. This study aims to analyze the level of technical efficiency among commercial banks in Indonesia based on asset classification during the period of 2020 to 2023. The method used is Data Envelopment Analysis (DEA) with an input-oriented approach and the assumption of Variable Return to Scale (VRS). The inputs utilized in this research are Third-Party Funds (DPK) and the Operational Expense to Operating Income ratio (BOPO), while the outputs include Return on Assets (ROA) and Return on Equity (ROE).

The results show that banks with large assets have the highest average technical efficiency score of 0.9229, followed by medium-sized banks at 0.8772, and small banks at 0.8504. Several banks achieved full efficiency (100%) in certain years, indicating optimal utilization of input resources. However, efficiency is not always correlated with asset size, as some small banks exhibited higher efficiency than medium-sized banks. Inefficiencies were generally attributed to high BOPO values and the suboptimal use of DPK. These findings suggest the need for managerial evaluation in small and medium-sized banks, especially in cost structure and the adoption of digital strategies to enhance operational efficiency.

Keywords: technical efficiency, commercial banks, DEA, BOPO, ROA, ROE.

Kata Kunci : efisiensi teknis, bank umum, DEA, BOPO, ROA, ROE.

  1. D4-2025-482662-abstract.pdf  
  2. D4-2025-482662-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-482662-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-482662-title.pdf