Kebutuhan Pemberdayaan pada KWT Teratai Mekar di Kapanewon Depok Kabupaten Sleman
NISRINA WIDYA NANDA, Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.; Dr. Najmu Tsaqib Akhda, S.P., M.A.
2025 | Skripsi | PENYULUHAN & KOMUNIKASI PERTANIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan pemberdayaan wanita tani di Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai Mekar, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan FGD. Informan dipilih secara purposive, terdiri dari dua pengurus dan dua anggota aktif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan kerangka Pro-WEAI (Project-level Women’s Empowerment in Agriculture Index) yang terdiri dari tiga domain yaitu agensi intrinsik (kekuatan dalam), agensi instrumental (kekuatan untuk) dan agensi kolektif (kekuatan bersama). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita menghadapi berbagai tantangan, antara lain kesulitan dalam memprioritaskan pengelolaan pendapatan, keterbatasan efikasi diri, kesulitan dalam pengambilan keputusan finansial dan produktif, kepemilikan aset yang rendah, serta beban peran domestik yang tinggi. Selain itu, tantangan dalam agensi kolektif meliputi cakupan KWT belum luas dan kurangnya partisipasi anggota wanita di luar kelompok. Kebutuhan yang muncul mencakup peningkatan literasi finansial, edukasi pertanian dan organisasi, pelatihan pengambilan keputusan, pengelolaan waktu, serta perluasan cakupan anggota dan jejaring sosial. Pemberdayaan melalui kegiatan KWT memberikan ruang bagi wanita untuk berekspresi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat posisi sosial dalam keluarga serta komunitas.
This study aims to identify the challenges and empowerment needs of women farmers in the Teratai Mekar Women Farmers’ Group (KWT), located in Depok Sub-district, Sleman Regency. The study employed a qualitative approach using in-depth interviews, observation, documentation, and focus group discussions (FGD). Informants were selected purposively, consisting of two administrators and two active members. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using the Pro-WEAI (Project-level Women’s Empowerment in Agriculture Index) framework, which includes three domains: intrinsic agency (power within), instrumental agency (power to), and collective agency (power with). The findings show that women face several challenges, including difficulties in prioritizing income management, limited self-efficacy, restricted participation in financial and productive decision-making, low asset ownership, and a heavy domestic workload. In terms of collective agency, challenges include limited group coverage and lack of participation among women outside the group. The identified needs include enhanced financial literacy, education in agriculture and organizational skills, training in decision-making and time management, and expansion of group membership and social networks. Empowerment through group activities provides space for women to express themselves, build self-confidence, and strengthen their social position within the family and community.
Kata Kunci : Pemberdayaan Perempuan, Wanita Tani, KWT, Pro-WEAI, Kebutuhan Pemberdayaan