PENGEMBANGAN DAN EVALUASI INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR PREFERENSI RISIKO MANUSIA
Dhyana Paramita, Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM. Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIPengembangan instrumen untuk mengukur preferensi risiko manusia dalam pengambilan keputusan berisiko telah banyak dilakukan di luar negeri. Namun, penelitian sejenis yang menggunakan konteks di Indonesia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi beberapa instrumen yang dapat mengukur preferensi risiko pada konteks Indonesia. Pada penelitian ini, ada dua pendekatan utama dalam mengembangkan instrumen, yaitu expected utility dan psikometri. Pendekatan expected utility digunakan untuk mengembangkan instrumen risk attitude dengan lottery technique, strength of preference dengan mid value splitting, dan intrinsic risk attitude. Pendekatan psikometri dilakukan untuk mengembangkan instrumen dengan menggunakan skala likert. Pendekatan psikometri mengadopsi dua instrumen dari penelitian yang berbeda. Dengan kata lain, ada lima instrumen yang diharapkan dapat mengukur preferensi risiko manusia dengan pendekatan yang berbeda. Data empiris diambil pada 30 pelaku bisnis clothing di Yogyakarta. Dari hasil pengolahan data risk attitude dengan lottery technique, diperoleh persentase untuk risk averse, risk neutral, dan risk seeking secara berurutan yaitu 47%, 20%, dan 30%. Dari hasil pengolahan data strength of preference dengan mid value splitting, diperoleh persentase yang sama besar untuk decreasing marginal value, linear marginal value, dan increasing marginal value, yaitu masing-masing sebesar 33,3%. Dari hasil pengolahan data untuk intrinsic risk attitude, diperoleh persentase intrinsic risk averse, intrinsic risk neutral, dan intrinsic risk seeking secara berurutan, yaitu 40%, 33%, dan 27%. Goodness of fit setiap instrumen ditunjukkan dengan median MSE dan median R2, yaitu 0,139 dan 0,963 (lottery technique), 0,187 dan 0,955 (mid value splitting), serta 0,005 dan 0,956 (intrinsic risk attitude). Hasil Psikometri 1 menyatakan bahwa sebesar 10% responden bersifat risk seeking dan 87% bersifat risk averse. Hasil Psikometri 2 menyatakan bahwa sebesar 10% responden bersifat risk averse dan 87% bersifat risk seeking. Validitas konvergen antar instrumen untuk setiap pendekatan menunjukkan hasil bervariasi. Dengan menggunakan uji korelasi spearman, uji validitas konvergen antar instrumen menunjukkan konsistensi antara instrumen lottery technique menggunakan intrinsic risk attitude dan Psikometri 2.
Kata Kunci : Preferensi risiko, expected utility, psikometri, validitas konvergen, risk attitude, Indonesia.