Laporkan Masalah

Peribahasa Indonesia yang Menggunakan Leksem Kerbau

Zemita Nadia, Drs. Suharsono, M.Hum.

2025 | Skripsi | S1 SASTRA INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi gramatikal dan interpretasi makna peribahasa Indonesia yang menggunakan leksem kerbau dengan pendekatan semantik kognitif. Permasalahan utama yang diangkat adalah (1) bagaimana distribusi gramatikal leksem kerbau dalam peribahasa Indonesia, dan (2) Interpretasi makna peribahasa yang mengandung leksem kerbau . Data penelitian terdiri dari 55 peribahasa yang diambil dari berbagai kamus peribahasa Indonesia, dengan fokus pada frekuensi kemunculan leksem kerbau yang dominan.

Metode analisis yang digunakan adalah metode padan dengan pendekatan kognitif semantik, khususnya teori metafora konseptual (Lakoff dan Turner, 1989). Teori ini membantu mengungkap bagaimana konsep budaya dan kognitif masyarakat Indonesia mempengaruhi pemaknaan leksem kerbau dalam peribahasa. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan peribahasa berdasarkan aspek penampilan, tingkah laku, karakter dan hubungan manusia dengan kerbau (Wierzbicka, 1985).

Hasil analisis menunjukkan bahwa leksem kerbau memuat berbagai fungsi gramatikal, terutama sebagai subjek, dengan makna yang bervariasi, mulai dari representasi kekuatan, roh hingga simbol nilai ekonomi. Peribahasa yang menggambarkan tingkah laku kerbau cenderung bermakna negatif, sementara yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan hewan kerbau lebih banyak mengandung nilai positif. Temuan ini mencerminkan persepsi masyarakat agraris Indonesia terhadap hewan kerbau sebagai bagian integral dari kehidupan sosial dan ekonomi.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi gramatikal dan interpretasi semantik peribahasa Indonesia yang mengandung leksem kerbau menggunakan pendekatan semantik kognitif. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji: (1) distribusi gramatikal leksem kerbau dalam peribahasa Indonesia, dan (2) interpretasi semantik peribahasa yang mengandung leksem ini. Data penelitian terdiri dari 55 peribahasa yang dikumpulkan dari berbagai kamus peribahasa Indonesia, dengan fokus pada tingginya frekuensi leksem kerbau .

Metode analisis yang digunakan adalah metode padan dengan kerangka semantik kognitif, khususnya teori metafora konseptual (Lakoff dan Johnson, 1980) dan The Great Chain Metaphor (Lakoff dan Turner, 1989). Teori-teori ini membantu mengungkap bagaimana konseptualisasi budaya dan kognitif Indonesia memengaruhi makna leksem kerbau dalam peribahasa. Analisis ini mengkategorikan peribahasa berdasarkan aspek penampilan, perilaku, karakter, dan hubungan antara manusia dan kerbau (Wierzbicka, 1985).

Temuan menunjukkan bahwa leksem kerbau menempati berbagai peran gramatikal, paling sering sebagai subjek, dengan makna yang beragam, mulai dari representasi kekuatan dan kebodohan hingga nilai ekonomi. Peribahasa yang menggambarkan perilaku kerbau cenderung berkonotasi negatif, sementara peribahasa yang menyoroti hubungan manusia-kerbau sering kali mengandung nilai positif. Hasil ini mencerminkan persepsi budaya masyarakat agraris Indonesia, di mana kerbau dipandang sebagai bagian integral dari kehidupan sosial dan ekonomi.

Kata Kunci : Peribahasa, Leksem Kerbau, Metafora Konseptual, Distribusi Gramatikal, Interpretasi Makna

  1. S1-2025-476738-abstract.pdf  
  2. S1-2025-476738-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-476738-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-476738-title.pdf