Laporkan Masalah

ANALISA ERROR DIMENSI UNTUK MENGETAHUI AKURASI DIMENSI PADA PROTOTYPE MANDIBULA HASIL FABRIKASI MENGGUNAKAN MESIN PRINTER TIGA DIMENSI (3D)

Bintar Prakoso , Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng

2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRI

Perkembangan teknologi rapid prototyping telah berkembang secara pesat dalam industri manufaktur. Teknologi rapid prototyping telah banyak digunakan untuk medical modeling dan teknologi ini adalah inovasi terkini dimana perencanaan dalam perawatan medis seperti planning surgery, dan implant planning dapat dilakukan dengan menggunakan anatomi model tiga dimensi (3D model) bagian manusia yang terlibat. Prinsip dasar dalam teknologi ini adalah bagaimana membangun sebuah bentuk tiga dimensi dari metode layer of manufacturing (layer by layer) berdasarkan hasil pencitraan Computer Tomography Scan (CT Scan) yang dapat dipindai menjadi data digital. Hingga saat ini masih belum diketahuinya rentang atau kisaran penyimpangan dimensi yang merujuk pada riset tentang akurasi dimensi terhadap hasil yang dibuat sehingga masalah timbul dengan adanya konsepsi kualitas tentang kesesuaian dan akurasi produk dimana dapat saja terjadi error atau penyimpangan pada dimensi hasil. Sehingga bila dalam proses-proses pembuatan model tulang terkadang baru disadari bahwa pada setiap tahapan pembuatan 3D model tulang menimbulkan error atau penyimpangan terhadap dimensi. Metode yang digunakan untuk mendapatkan rentang atau kisaran dari akurasi yang dibutuhkan dengan cara mengukur 14 variabel pengukuran linier pada aplikasi computer aided design (CAD) dan prototype, dengan 10 kali pengulangan pada setiap variabel pengukuran. Objek riset yang digunakan pada pengukuran adalah Mandibula (tulang rahang manusia bagian bawah). Mandibula adalah tulang rahang bawah yang merupakan tulang yang besar dan paling kuat pada daerah wajah. Tulang ini setidaknya mengambil sepertiga bagian dari kepala yang diliputi oleh saraf dan otot. Mandibula terdiri dari corpus, yaitu suatu lengkungan seperti tapal kuda dan sepasang ramus yang pipih dan lebar yang mengarah ke atas pada bagian belakang dari corpus. Objek riset dipilih berdasarkan bentuk yang tidak beraturan (freeform model) yang digunakan dalam pengukuran linier dimensi. Berdasarkan hasil riset yang disimpulkan analisis error yang didapat dari hasil pengukuran pada tahapan proses virtual dan fabrikasi sebesar 0,04 mm (SD 0,35 mm) pada absolute difference dan 0,00% (SD 0,75%) pada percent difference. Hasil pengujian hipotesis dengan paired t-test (2-tailed) menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil prototyping dengan Hasil CT Scan dibuktikan dengan –t0,025,2

Kata Kunci : Error dimensi, rapid prototyping, mandibula.

  1. S1-FTK-2013-Bintar_Prakoso-abstract.pdf  
  2. S1-FTK-2013-Bintar_Prakoso-bibliography.pdf  
  3. S1-FTK-2013-Bintar_Prakoso-tableofcontent.pdf  
  4. S1-FTK-2013-Bintar_Prakoso-title.pdf