Dinamika Nilai Nrimo Ing Pandum Suku Jawa di Yogyakarta Terhadap Pemaknaan Kesejahteraan Finansial dan Pengambilan Keputusan Bisnis Pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Octavia Rachmadani, Amanda Acintya, S.E., M.Sc., Ph.D. AFHEA.
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Penelitian ini mengkaji dinamika
filosofi Jawa nrimo ing pandum dalam
praktik ekonomi para pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah
tuntutan pasar modern. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
bagaimana nilai tersebut dimaknai dan dinegosiasikan oleh para pemilik UMKM
suku Jawa di Yogyakarta dalam kaitannya dengan pemaknaan kesejahteraan
finansial dan proses pengambilan keputusan bisnis mereka. Dengan menggunakan
pendekatan kualitatif-fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam
dan observasi non-partisipatif terhadap tiga belas pemilik UMKM suku Jawa di
Yogyakarta. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik.
Hasil menunjukkan bahwa nrimo dimaknai dalam tiga bentuk (1)
penerimaan aktif, (2) penolakan kritis, dan (3) penerimaan murni. Nilai ini
berperan penting dalam membentuk pemaknaan kesejahteraan serta strategi bisnis
yang mengutamakan etika dan solidaritas komunal. Nrimo ing pandum terbukti menjadi bentuk agensi budaya yang lentur,
adaptif, dan relevan dalam praktik bisnis mikro komunitas Jawa.
This study examines the dynamics of
the Javanese philosophy of nrimo ing
pandum in the economic practices of Micro, Small, and Medium Enterprise
(MSME) owners amidst the demands of the modern market. This study aims to
analyze how this value is interpreted and negotiated by Javanese MSME owners in
Yogyakarta in relation to their understanding of financial well-being and their
business decision-making processes. Using a qualitative-phenomenological
approach, data were collected through in-depth interviews and non-participatory
observations of thirteen Javanese MSME owners in Yogyakarta. Data analysis was
conducted using the thematic analysis method.
The results show that nrimo is interpreted in three forms (1) active acceptance, (2) critical rejection, and (3) total acceptance. This value plays an important role in shaping the meaning of well-being and business strategies that prioritize ethics and communal solidarity. Nrimo ing pandum has proven to be a flexible, adaptive, and relevant form of cultural agency in the micro-business practices of the Javanese community.
Kata Kunci : Nrimo ing pandum, pedagang Jawa, fenomenologi, kesejahteraan finansial, pengambilan keputusan, cultural agency theory.