ANALISIS PENENTUAN INVENTORI DAN RUTE DISTRIBUSI PADA BAHAN PERISHABLE (Studi Kasus pada Waroeng Spesial Sambal “SS” Area Yogyakarta)
Arum Puspandari, Ir. Muhammad Kusumawan Herliansyah S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng
2013 | Skripsi | S1 TEKNIK INDUSTRIBahan perishable merupakan bahan yang tidak tahan lama kesegarannya. Banyak bisnis yang menggunakan bahan perishable terutama bisnis kuliner. Waroeng Spesial Sambal “SS” merupakan salah satu pelaku bisnis di bidang kuliner. Pada pelaksanaannya Waroeng SS selalu menjaga kualitas produknya dengan menyediakan bahan setiap harinya. Pada penentuan inventori tersebut harus dicermati mengenai jumlah persediaan serta resiko lain yang terjadi misal bahan yang layu, busuk, atau stock out sehingga menekan keuntungan yang hilang. Barang kebutuhan tiap cabang akan dipasok oleh manajemen yang membawahinya. Oleh karena itu kegiatan pemindahan barang dari satu titik ke titik lain tentu juga perlu diperhatikan. Karena apabila salah dalam menangani ataupun jarak tempuh yang terlalu jauh maka dapat merusak kualitas dari bahan bahan perishable tersebut. Pada pengolahan inventorinya dapat digunakan model P dimana karakteristik model ini sesuai dengan yang terjadi di waroeng SS. Sedangkan permasalahan distribusi tersebut dapat digambarkan dengan Vehicle Routing Problem. Sedangkan jarak tiap titik dapat dicari dengan bantuan Google Maps. Oleh karena itu dapat digambarkan sistem supply chain dari waroeng SS ini mengenai inventori dan distribusi untuk dapat dikembangkan lagi menjadi sebuah sistem rancangan operasional. Setelah dilihat dari grafik permintaannya, maka persediaan bahan dibagi atas Senin-Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Berdasarkan model P, pada Senin Kamis Tempe sebanyak 1727,0 buah, Jumat sebanyak 874,18 buah, Sabtu sebanyak 1780,37 buah, dan Minggu sebesar 1884,37 buah. Sedangkan dari jarak tempuh distribusi, Google Maps memberikan beberapa alternatif rute. Seperti pada rute dari SS Pusat-SS Pandega-SS Monjali-SS Pusat, terdapat beberapa alternatif yang bisa dipilih. Pada SS Pusat-SS Pandega terdapat 3 pilihan dengan jarak 1,1 km, 1,0 km, dan 1,2 km. Sedangkan SS Pandega – SS Monjali memberikan alternatif rute dengan jarak 1,8 km dan 2,2 km. Sedangkan rute SS Monjali-SS Pusat hanya ada 1 pilihan dengan jarak 1,2 km.
Kata Kunci : inventori, distribusi, model P, Google Maps, Vehicle Routing Problem, supply chain.