Prediksi Kadar Air Setimbang (Equilibrium Moisture Content) Beras Putih dan Beras Pecah Kulit dengan Variasi Kondisi Lingkungan Penyimpanan
Asyam Safa Prabaningrum, Hanim Zuhrotul Amanah, S.T.P., M.P., Ph.D. ; Dr. Sri Rahayoe, S.T.P., M.P.
2025 | Skripsi | TEKNIK PERTANIAN
Selama proses penyimpanan, kadar air beras akan mengalami perubahan sampai mencapai kadar air setimbang. Kadar air setimbang beras berubah seiring dengan perubahan suhu dan RH ruang penyimpanan. Penelitian kadar air setimbang beras umumnya masih terbatas pada penentuan nilainya pada kondisi ruang penyimpanan tertentu dan belum ada penelitian yang melakukan pemodelan menggunakan kurva ISA (isoterm sorpsi air) khusunya untuk beras coklat. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan perubahan kadar air setimbang beras coklat menggunakan kurva ISA.
Sebanyak 5 gram beras coklat varietas Pandan Wangi dan beras putih varietas IR64 dalam cawan disimpan dalam ruang penyimpanan pada suhu 5, 20, 28, dan 40ºC dan variasi kelembaban 11,2%; 32,4%; 43,1%; 51,2%; 75,5%; 84,1%; dan 97%. Sampel ditimbang setiap hari sampai berat sampel konstan yang menunjukkan kadar air beras sudah mencapai titik kesetimbangan. Kadar air beras diukur dengan menggunakan metode thermogravimetri. Data yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk mengembangkan model kurva ISA menggunakan tujuh model matematis: GAB, Henderson, Chung-Pfost, Oswin, Smith, Langmuir, dan BET. Pengaruh suhu dan kelembaban terhadap kadar air setimbang dianalisis dengan menggunakan analisis statistik One Way ANOVA dan uji T-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berkorelasi negatif terhadap EMC. Sedangkan RH berkorelasi positif terhadap EMC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemodelan Chung-pfost menjadi model yang dapat menggambarkan perilaku EMC pada beras penyimpanan 5°C dengan baik. Selanjutnya, model GAB dan Henderson menjadi model yang dapat menggambarkan perilaku EMC pada beras penyimpanan 20°C - 40°C dengan baik.
Kata Kunci : beras, kondisi lingkungan, absorpsi-desorpsi, kadar air setimbang.