ACHIEVING FUTURE 100% RENEWABLE ENERGY POWER SYSTEMS THROUGH GRID-FORMING INVERTERS: A STABILITY ANALYSIS
Herbert Imanuel Purba, Husni Rois Ali, S.T., M.Eng., Ph.D., DIC.,SMIEEE. ; Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramono H, DEA., IPU.
2025 | Skripsi | TEKNIK ELEKTRO
Transisi energi menimbulkan tantangan pada dinamika sistem tenaga listrik karena tingginya penetrasi sumber daya berbasis inverter (IBRs). Sebagai solusi, teknologi Grid-Forming Inverter (GFMI) dengan kontrol Droop dan Virtual Synchronous Generator (VSG) hadir sebagai solusi potensial yang memungkinkan IBRs berkontribusi pada kestabilan grid. Karena kerja dinamis GFMI yang kompleks diperlukan studi komprehensif untuk menelusuri setiap karaketeristik dan pola kontrol dari GFMI. Skripsi ini menyajikan studi stabilitas komprehensif mengenai GFMI berbasis Droop dan VSG melalui studi analisis small signal dan analisa transien untuk menginvestigasi performa kedua kontrol terhadap berbagai variasi dari parameter grid, parameter kontrol, dan konfigurasi operasi. Hasil investigasi mengungkapkan karakteristik stabilitas dan kompromi desain yang berbeda antara kontrol Droop dan VSG. Investigasi menunjukan bahwa stabilitas kedua jenis kontrol memburuk pada grid dengan rasio impedansi r/x yang semakin tinggi. Hal ini terjadi karena masalah kopling kontrol yang ikut meningkat. Investigasi juga menunjukan penguatan grid menurunkan stabilitas kedua kontrol, namun penurunan pada VSG lebih signifikan sehingga VSG mencapai ketidakstabilan pada tingkat SCR yang lebih rendah (SCR = 10, droop masih stabil pada SCR = 20). Analisis small-signal menunjukkan adanya trade-off performa kecepatan-stabilitas pada parameter kontrol sinkronisasi daya m_p dan D_p. Peningkatan konstan inersia (H) menurunkan margin stabilitas dan memperlambat dinamika di small-signal. Peningkatan nilai parameter n_q pada kedua kontrol sama-sama meningkatkan kecepatan respon kontrol magnitudo tegangan dan sedikit mempengaruhi kecepatan sinkronisasi kedua sisem kontrol. Investigasi pada loop tegangan menunjukan gain sumbu d (K_i^d, K_p^d) umumnya meningkatkan stabilitas dan kecepatan dinamis sistem. Sebaliknya, gain sumbu q (K_i^q, K_p^q) umumnya berpengaruh pada stabilitas dan kecepatan kontrol magnitudo tegangan. Studi dalam konfigurasi paralel menunjukkan bahwa ketidaksesuaian pada parameter memiliki efek yang sama pada operasi GFMI tunggal dengan sedikit perbedaan yaitu berupa efek dekopling pada state sinkronisasinya. Pada konfigurasi paralel VSG-Droop stabilitas sistemnya sangat bergantung pada stabilitas GFMI VSG karena state-nya yang mendominasi mode kritis sistem. Pada hasil percobaan dapat dipahami jika variasi pembagian daya output pada VSG-Droop tidak berpengaruh signifikan pada stabilitas sistem. Terakhir, analisis transien mengkonfirmasi jika kedua strategi kontrol mampu mempertahankan sinkronisasi selama gangguan besar. Meskipun VSG secara konsisten menunjukkan superioritas regulasi frekuensi karena inersia virtualnya serta Droop yang secara general memiliki respon yang lebih cepat, kedua kontroler tetap memiliki kerentanan dalam respons kontrol tegangan yang seringkali menghasilkan overshoot yang signifikan pasca-gangguan.
Kata Kunci : Inverter Grid-Forming, Stabilitas Sinyal Kecil, Analisis Eigenvalue, Kontrol Droop, Virtual Synchronous Generator (VSG), Inverter Paralel, Margin Stabilitas