Laporkan Masalah

PENILAIAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL MANGROVE MOJO, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH

Raihan Fauzie, Dr. Ir. Much. Taufik Tri Hermawan, S. Hut., M. Si., IPU

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

            Pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan mengenai penetapan suatu kawasan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) guna melindungi wilayah yang memiliki nilai penting terhadap kelestarian ekosistem. Salah satu kawasan yang telah ditetapkan adalah KEE Hutan Mangrove Mojo di Kabupaten Pemalang, yang memiliki potensi sekaligus tantangan dalam pengelolaannya. Namun demikian, hingga saat ini belum pernah dilakukan penilaian terhadap efektivitas pengelolaan kawasan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ancaman yang ada, mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas pengelolaan KEE Mangrove Mojo.
            Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan pengelola kawasan menggunakan bantuan kuesioner METT (Management Effectiveness Tracking Tool). METT memberikan kerangka evaluasi terkait ancaman serta aspek-aspek pengelolaan untuk menilai tingkat efektivitas pengelolaan kawasan. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumen dan kajian literatur.
            Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam jenis ancaman terhadap KEE Mangrove Mojo yang diklasifikasikan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Ancaman kategori rendah meliputi perburuan dan pengumpulan satwa darat, pembalakan kayu, serta aktivitas rekreasi dan wisata. Ancaman sedang ditandai dengan keberadaan sampah padat, sementara ancaman tinggi mencakup erosi/abrasi dan banjir rob dari laut. Berdasarkan hasil penilaian dengan METT, efektivitas pengelolaan KEE Mangrove Mojo memperoleh skor sebesar 61?n termasuk dalam kategori kurang efektif. Strategi peningkatan pengelolaan yang dapat dilakukan meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, perbaikan sistem perencanaan, pengembangan sistem monitoring dan evaluasi, serta pengembangan sarana dan prasarana pendukung.

            The Government of Indonesia has established a policy to designate specific areas as Essential Ecosystem Areas (KEE) to protect locations that hold significant ecological value. One such area is the Mangrove Mojo Essential Ecosystem Area in Pemalang Regency, which possesses both management potential and challenges. However, no prior assessment has been conducted regarding the effectiveness of its management. Therefore, this study aims to identify existing threats, assess the level of management effectiveness, and formulate strategies to enhance the management of the Mangrove Mojo Essential Ecosystem Area.
            This research adopts a descriptive qualitative approach using both primary and secondary data. Primary data were collected through field observations and interviews with area managers using the METT (Management Effectiveness Tracking Tool) questionnaire. The METT framework provides structured indicators related to threats and management aspects to evaluate the effectiveness of area management. Secondary data were obtained from document studies and literature reviews.
            The results indicate six types of threats to the Mangrove Mojo Essential Ecosystem Area, which are classified into low, medium, and high categories. Low-level threats include terrestrial wildlife hunting and harvesting, illegal logging, and recreational or tourism activities. Medium-level threats are represented by solid waste accumulation, while high-level threats include coastal erosion and tidal flooding. The management effectiveness score based on the METT assessment is 61%, which falls into the “less effective” category. Management strategies that can be implemented include institutional strengthening, human resource capacity building, improvement of planning systems, development of monitoring and evaluation mechanisms, and enhancement of supporting infrastructure.

Kata Kunci : KEE Mangrove Mojo, Efektivitas Pengelolaan, METT

  1. S1-2025-478213-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478213-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478213-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478213-title.pdf